Hasil Risk Assessment Stadion Surajaya Lamongan Diumumkan Selasa 9 September 2025.
Kepastian Stadion Surajaya Lamongan memenuhi standar untuk penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional atau tidak baru diketahui besok, Selasa 9 September 2025.
Keputusan itu menunggu hasil dari penilaian Tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur yang sudah melakukan risk assessment hari ini.
"Untuk hasil risk assessment akan disampaikan besok. Sekaligus penandatanganan berita acara," kata Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persela Lamongan, Mahfud Syafii, Senin 8 September 2025.
Mahfud Syafii mengaku optimisitis Stadion Surajaya Lamongan lolos dari penilaian risk assessment. Alasannya, selama mendampingi Tim Ditpamobvit, ia menangkap proses berjalan lancar.
Kalaupun masih ada beberapa aspek yang membutuhkan perbaikan, secara umum proses risk assessment yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore hari itu berjalan lancar.
Menurut Lepok, sapaan Mahfud Syafii ini, risk assessment ini penting. Dan, wajib dilakukan sebelum kompetisi digelar. Jika tidak ada aral, bakal dimulai 12 September 2025.
"Selama assessment ini, tim meninjau berbagai fasilitas vital stadion secara keseluruhan, "jelasnya.
Mulai dari kelengkapan keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, ruang dan fasilitas kesehatan, jalur evakuasi, sistem pengawasan CCTV serta alarm.
Aspek sarana penunjang juga dicek secara detil. Di antaranya ruang ganti pemain, kesiapan genset, tandon air, toilet dan semua yang berfungsi mendukung kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
"Tidak hanya dilihat bentuk ruangan atau bentuk fisik bangunan saja. Tapi juga kelengkapan dokumen. Termasuk SOP untuk kesehatan maupun keamanan. Alhamdulillah, semuanya kita cukupi," imbuhnya.
Diketahui, pelaksanaan risk assessment Stadion Surajaya Lamongan, merupakan bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan Liga Championship 2025. Dan Persela Lamongan adalah salah satu klub peserta kompetisi yang direncanakan mulai dihelat 12 September 2025.
Saat proses risk assessment Tim Ditpamobvit Polda Jawa Timur didampingi Dinas Pemuda dan Olah Raga dan petugas Polres Lamongan serta Panpel Persela
Advertisement