Harga Cabai Merah Besar dan Ayam Kampung di Bojonegoro Melonjak, Komoditas Lain Stabil
Harga kebutuhan dapur, khususnya cabai merah besar dan daging ayam kampung, mengalami lonjakan signifikan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro pada Rabu 12 November 2025. Meski demikian, sebagian besar harga bahan pokok lain seperti beras, gula, dan telur masih terpantau stabil bahkan cenderung menurun.
Pantauan di beberapa pasar tradisional — Pasar Besar Bojonegoro, Pasar Banjarejo, dan Pasar Pariwisata — menunjukkan tren kenaikan harga cabai merah besar dan ayam kampung selama dua hingga tiga hari terakhir.
Kenaikan Tajam Cabai Merah dan Ayam Kampung
Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop-UM) Pemkab Bojonegoro, harga cabai merah besar naik drastis dari Rp38.177 menjadi Rp55.000 per kilogram, atau naik sekitar Rp16.822 (30,59%) per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan tipis dari Rp43.736 menjadi Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan serupa terjadi pada daging ayam kampung, yang naik dari Rp65.947 menjadi Rp74.333 per kilogram, atau meningkat sekitar Rp8.385 (11,28%).
“Ya memang beberapa barang naik, terutama cabai dan ayam kampung. Sudah dua sampai tiga hari ini harganya pelan-pelan naik,” ujar Mardiono,61, tahun, pedagang bahan pokok di Pasar Pariwisata Bojonegoro, pada Ngopibareng.id Rabu 12 November 2025.
Komoditas Lain Relatif Stabil
Sementara itu, sejumlah bahan pokok lain justru mengalami penurunan harga. Beras premium turun dari Rp14.915 menjadi Rp14.633 per kilogram, dan beras medium turun menjadi Rp12.666 per kilogram.
Gula pasir dalam negeri juga turun dari Rp16.302 menjadi Rp15.833 per kilogram, sedangkan daging ayam ras turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.666 per kilogram.
Harga telur ayam ras ikut melemah ke Rp27.500 per kilogram, turun sekitar 3,5% dibandingkan hari sebelumnya.
Data Rata-rata Harga Bahan Pokok di Bojonegoro (12 November 2025)
Komoditas | Satuan | Harga Sebelumnya | Harga Sekarang | Perubahan | Persentase |
Cabai Merah Besar | Kg | Rp38.177 | Rp55.000 | +Rp16.822 | +30,59% |
Cabai Merah Keriting | Kg | Rp43.736 | Rp45.000 | +Rp1.263 | +2,81% |
Daging Ayam Kampung | Kg | Rp65.947 | Rp74.333 | +Rp8.385 | +11,28% |
Beras Premium | Kg | Rp14.915 | Rp14.633 | -Rp282 | -1,89% |
Gula Pasir | Kg | Rp16.302 | Rp15.833 | -Rp469 | -2,88% |
Daging Ayam Ras | Kg | Rp37.000 | Rp35.666 | -Rp1.333 | -3,60% |
Telur Ayam Ras | Kg | Rp28.506 | Rp27.500 | -Rp1.006 | -3,53% |
Faktor Penyebab dan Dampaknya
Kenaikan harga cabai dan ayam kampung diduga dipicu oleh menurunnya pasokan akibat cuaca ekstrem serta meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun. Beberapa pedagang menyebutkan bahwa distribusi dari daerah penghasil cabai seperti Kediri dan Blitar sempat tersendat karena hujan deras.
Analis pasar memperkirakan harga cabai dan ayam kampung masih berpotensi naik dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika cuaca tidak menentu dan pasokan belum pulih sepenuhnya.
Meskipun sebagian bahan pokok lain masih relatif stabil, lonjakan harga cabai merah besar dan ayam kampung menjadi perhatian masyarakat Bojonegoro. Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan dan operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional.