Gunung Ijen Alami Gempa Vulkanik Dangkal, Waspada Potensi Longsor Dinding Kawah
Aktivitas vulkanik Gunung Ijen di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan pada Senin, 20 Oktober 2025. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan terjadinya gempa vulkanik dangkal yang berpotensi memicu longsor dinding kawah, sehingga warga maupun wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Laporan dari magma.esdma yang dipaparkan Suparjan, bahwa Gunung Ijen yang berada di wilayah Banyuwangi–Bondowoso memiliki ketinggian 2.386 mdpl dengan koordinat Latitude -8.058° LU dan Longitude 114.242° BT. Kondisi visual terlihat jelas hingga tertutup kabut skala 0–III. Asap kawah teramati berwarna putih, berintensitas tipis, dengan ketinggian 50–100 meter dari puncak.
Cuaca di kawasan Ijen dilaporkan cerah hingga berawan, dengan suhu udara 21–28°C, kelembaban 59–85%, serta angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Detail Aktivitas Seismik Gunung Ijen 20 Oktober 2025
PVMBG mencatat beberapa aktivitas kegempaan sebagai berikut: 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 mm dan durasi 8 detik. Kemudian, 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 46 mm, S-P 0,9 detik, durasi 41 detik. Selanjutnya, terjadi 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3–6 mm, S-P 19–66 detik, durasi 78–199 detik dan 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5–1 mm, dominan 0,5 mm
Aktivitas ini menunjukkan adanya proses tekanan bawah permukaan yang masih berlangsung. Selain gempa, potensi pergerakan material di bibir dan dinding kawah perlu diwaspadai.
Imbauan Resmi: Jangan Turun ke Dasar Kawah Ijen
Berdasarkan hasil pemantauan, PVMBG mengeluarkan sejumlah imbauan untuk masyarakat dan wisatawan:
Tidak turun ke dasar Kawah Gunung Ijen
Tidak bermalam atau berkemah dalam radius 500 meter dari kawah
Waspada aliran gas CO₂ di sepanjang aliran Sungai Banyupait–Banyuputih
Waspada potensi gas beracun di area sekitar kawah
Selain ancaman gempa vulkanik, Kawah Ijen juga dikenal memiliki kandungan gas beracun yang dapat membahayakan keselamatan, terutama saat terjadi perubahan arah angin.