Gubernur Khofifah Titip Sukseskan Program Pemerintah Pada Tim Penggerak PKK
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan serah terima jabatan Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim dari Isye Sri Rahayu kepada Arumi Bachsin di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu 2 Maret 2025.
Pasca sertijab, Arumi langsung melantik Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jatim tahun 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menaruh harapan besar kepada Tim Penggerak PKK dan Posyandu untuk bisa menyukseskan program-program pemerintah pusat. Salah satunya pencegahan dan penanganan stunting.
"Kalau standar WHO stunting 20 persen maksimum, sebenarnya Jatim sudah di bawah 20 persen tapi 2020 target Pak Jokowi 14 persen. Ini perlu kita sukseskan karena kepentingan kami menyiapkan SDM berkualitas," kata Khofifah.
Selain itu, tak kalah penting juga soal program makan bergizi gratis yang harus didukung karena dapat mencegah stunting dan juga menekan angka kemiskinan.
Karena itu, ia menyebut, Pemerintah Daerah harus bersinergi dengan PKK untuk sama-sama menyukseskan program-program yang telah dicanangkan daerah hingga nasional.
"Bagaimana masing-masing bersinergi antara program PKK, kabupaten/kota dan program nasional. Badan Gizi saat ini mencari titik dimana disiapkan dapur sehat. Saya berharap Ketua Tim Penggerak PKK bisa mengoordinasikan ini, disupport kepala daerah semua memberseiringi bagaimana program ini sukses di Jatim," pesannya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin mengatakan, akan mendukung program pemerintah melalui program-program yang sudah dicanangkan PKK selama ini.
Mulai dari pencegahan stunting, kemudian kegiatan preventif kesehatan, hingga pelestarian lingkungan. "Misal lahan padat penduduk menggunakan lahan terbatasnya ke perkebunan vertikal atau hidroponik. Ini menyambut usulan pemerintah misal harga cabe naik, kemarin ada imbauan masing-masing rumah tangga punya tanaman cabe. Kami menyambut baik dan ini salah satu program yang sudah dijalankan bertahun-tahun," kata Arumi.
Terkait MBG, istri Emil Dardak itu mengaku belum ada arahan untuk melaksanakan program tersebut karena ada banyak program rutin yang harus dilakukan. "Jadi mungkin ke depan masuk ke sana tapi positioning PKK seperti apa kami masih lihat ke depannya gimana," pungkasnya.
Advertisement