Gerhana Bulan Total, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Melihat
Peneliti utama bidang astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengungkapkan, fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi di Ramadan ini.Β
"Gerhana Bulan Total terjadi pada (Jumat) 14 Maret 2025," ujarnya.Β
Gerhana Bulan total terjadi ketika Matahari-Bumi-Bulan berada dalam posisi sejajar sehingga Bulan masuk ke umbra atau bayangan Bumi. Saat fase puncak, Bulan yang tertutup bayangan Bumi akan tampak berwarna merah. Meski begitu, gerhana Bulan total juga bisa memancarkan warna kecoklatan.
Fenomena gerhana Bulan total akan menjadi momen yang dinantikan, terutama bagi pencinta astronomi. Namun, Thomas Djamaluddin menyatakan, gerhana Bulan total ini tidak bisa disaksikan dari langit Indonesia.
Seluruh fase gerhana pada 13-14 Maret 2025 hanya terlihat di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, serta Oseania dengan wilayah sebagai berikut:Β
Amerika Utara (Amerika Serikat, Alaska, Hawaii, Kanada, dan Meksiko)
Amerika Selatan (Brasil, Argentina, Chile)Β
Eropa (Spanyol, Perancis, Inggris)Β
Afrika (Afrika Barat, Tanjung Verde, Maroko, Senegal) Oseania (Selandia Baru).Β
Selain itu, gerhana Bulan sebagian juga bisa terlihat dari Eropa, sebagian besar Asia, Australia, dan Afrika, seluruh Amerika Utara dan Selatan, Pasifik, Atlantik, Arktik, dan Antartika.
Waspadai Potensi Banjir Rob
Meski tidak terlihat dari Tanah Air, dampak dari fenomena gerhana Bulan total bisa terjadi di Indonesia, seperti air laut pasang maksimum, risiko banjir rob di wilayah pantai, serta cuaca buruk.
Banjir pesisir atau rob, naiknya permukaan air laut, dapat menggenangi pemukiman warga pesisir antara sebelum H-5 hingga sesudah H+5 dari fase Purnama. Selain itu bagi nelayan biasanya akan menghindari berlayar pada saat Bulan Purnama karena dapat menyebabkan efek gelombang laut yang lebih tinggi dan membahayakan.
Advertisement