Bupati Banyuwangi: 8 Program Prioritas Presiden 2027 Selaras dengan Program Pembangunan Banyuwangi
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, 8 program prioritas pembangunan 2027 Presiden Prabowo Subianto selaras dengan program pembangunan Banyuwangi yang selama ini telah dilaksanakan.
"Delapan program tersebut selaras dengan agenda pembangunan daerah yang selama ini dijalankan Banyuwangi. Dengan adanya keselarasan antara kebijakan nasional dan program daerah, dengan demikian manfaat pembangunan akan semakin dirasakan masyarakat,β kata Bupati Ipuk, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Program prioritas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat pidato kenegaraan RAPBN 2027 di Gedung MPR RI Jumat, 14 Agustus 2026. Delapan program itu meliputi, kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan terhadap bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyaksikan secara langsung pidato presiden di Gedung DPRD Banyuwangi. Turut hadir Waki Bupati Mujiono, Ketua DPRD I Made Cahyana beserta wakil dan anggota DPRD Banyuwangi, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan dan perwakilan Forpimda lainnya serta Jajaran OPD Banyuwangi.
Ipuk mengatakan, pada program prioritas kedaulatan pangan. Banyuwangi selama ini telah melakukan sejumlah langkah strategis. Di antaranya pemberlakuan regulasi ketat terkait larangan alih fungsi lahan sawah produktif menjadi bangunan permanen untuk mengamankan produktivitas pertanian sekaligus target swasembada pangan nasional.
Saat ini Banyuwangi menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur yang turut menopang cadangan pangan nasional. Salah satunya pada komoditi beras. Di mana pada 2025, Banyuwangi surplus beras sebesar 383.258,03 ton, sementara produksi beras Januari-Juni 2026 sudah surplus sebesar 174.005 ton.
Di sektor pendidikan, Banyuwangi menjalankan berbagai program yang berfokus pada pengentasan anak putus sekolah, perluasan akses perguruan tinggi, dan penguatan inklusivitas. Dengan didukung oleh sejumlah inisiatif unggulan seperti Beasiswa Banyuwangi Cerdas untuk kuliah gratis warga kurang mampu, Beasiswa Progresif (B-Pro) yang memberi beasiswa hingga dokter spesialis.
Selain itu, ada Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) hingga Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan), program inklusi Agage Pinter bagi Anak Berkebutuhan Khusus, serta Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang menggerakkan kepedulian antarsiswa.
βBanyuwangi juga mendukung program Sekolah Rakyat dengan menyediakan lahan untuk pembangunannya," kata Ipuk.
Di sektor kesehatan, Banyuwangi fokus pada penurunan stunting, layanan kesehatan berbasis desa, serta penguatan fasilitas kesehatan di pelosok. Banyuwangi juga terus melalukan perbaikan sarana prasarana Puskesmas untuk meningkatkan layanan kesehatan.
Banyuwangi juga menjadwalkan dokter spesialis di puskesmas agar warga mendapat pelayanan berkualitas dan mudah dijangkau. Inovasi ini untuk memberikan layanan kesehatan terbaik sebagaimana harapan Presiden Prabowo dalam pidatonya yang menjadikan Puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan rakyat Indonesia.
βBanyuwangi juga fokus pada program pengentasan kemiskinan. Dengan berbagai upaya dan kolaborasi berbagai stakeholder daerah, Banyuwangi berhasil menurunkan angka kemiskinan daerah ke titik paling rendah sepanjang sejarah. Yakni menyisakan 6,13 persen angka kemiskinan di 2025,β ujarnya.
Advertisement