Gempa Bumi Magnitudo 4,9 Guncang Cilacap dan Yogyakarta
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat siang 4 April 2025 pukul 13.59 WIB. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pusat gempa berada di laut, 75 km tenggara Cilacap, dengan kedalaman 64 km.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi megathrust Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan sesar turun dengan kombinasi mendatar atau dikenal dengan istilah oblique normal fault,” dikutip di laman @DaryonoBMKG di X pada Jumat 4 April 2025.
Dampak Gempa
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa ini dirasakan di beberapa daerah dengan intensitas beragam:
Cilacap, Kebumen, dan Bantul: Skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seperti ada truk berlalu).
Pacitan: Skala II-III MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa Susulan di Yogyakarta
Selain gempa di Cilacap, BMKG juga mencatat gempa berkekuatan M 2,0 yang terjadi pada pukul 17.52 WIB di timur laut Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pusat gempa berada di kedalaman 12 km dengan lokasi koordinat 7,88 LS dan 110,74 BT.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi guna menghindari hoaks atau informasi yang tidak valid. Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diharapkan segera mencari tempat yang aman dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.