Gandeng Dua Legenda Timnas, Soekarno Cup Perkuat Ekosistem Pembinaan Usia Dini
Dua legenda Timnas Indonesia, Anang Ma'ruf dan Yusuf Ekodono, resmi menjadi bagian dari kepanitiaan turnamen Soekarno Cup U-17.
Keterlibatan mereka didasari oleh keyakinan bersama bahwa pembinaan pemain usia dini merupakan kunci utama dan investasi jangka panjang bagi kemajuan sepak bola nasional.
Turnamen ini dipandang sebagai sarana strategis untuk menjaring talenta potensial yang berada di luar jangkauan kompetisi resmi.
Anang Ma’ruf menekankan, potensi sepak bola di pelosok daerah sangat melimpah, namun masih minim kesempatan bertanding dalam ajang yang berkualitas. Turnamen Soekarno Cup hadir untuk membuka akses dan memberikan panggung bagi para pemain muda tersebut.
“Saya bergabung di Soekarno Cup karena saya percaya pembinaan usia muda adalah investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Masih banyak anak-anak bertalenta di pelosok-pelosok Tanah Air yang membutuhkan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Soekarno Cup menjadi wadah untuk itu,” ujarnya, Maruf kepada 2artawan, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Penyelenggaraan Soekarno Cup 2026 kali ini memasuki edisi ketiga—setelah sebelumnya berlangsung di Jakarta (2023) dan Bali (2025).
Mengambil lokasi di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan pada 10–24 Agustus 2026, kompetisi U-17 ini diikuti sekitar 400 pemain yang mewakili 16 provinsi.
Selain bertindak sebagai juru bicara, Anang yang mengantongi 31 penampilan bersama timnas juga bertugas mengamati perkembangan pemain serta menentukan predikat man of the match di setiap laga.
Sementara itu, Yusuf Ekodono tertarik bergabung karena melihat konsistensi panitia dalam menjaga fokus turnamen sebagai ajang pembinaan dasar.
Mantan penyerang timnas dan peraih medali emas SEA Games 1991 ini mengapresiasi aturan ketat kompetisi, di mana peserta yang terdaftar tidak boleh memiliki rekam jejak bertanding di Liga 1, Liga 2, Liga 3, maupun Elite Pro Academy (EPA).
“Aturan itu menurut saya sangat baik karena benar-benar memberikan ruang kepada pemain yang belum pernah mendapatkan panggung. Mereka inilah yang perlu kita dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan kemampuannya bisa dilihat lebih banyak pihak,” kata Yusuf.
Yusuf menegaskan bahwa ajang ini tidak dirancang untuk menyaingi kompetisi besutan federasi. Melainkan hadir sebagai pelengkap ekosistem pencarian bakat seperti Piala Soeratin dan EPA.
“Soekarno Cup saling mendukung dengan kompetisi yang didorong federasi, seperti Piala Soeratin maupun Elite Pro Academy. Semakin banyak kompetisi pembinaan yang berkualitas, semakin luas pula proses pencarian bakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa luasnya wilayah Indonesia membuat banyak bakat muda belum terjangkau oleh radar kompetisi formal. Kehadiran turnamen pembinaan alternatif ini diharapkan memperbesar peluang ditemukannya pemain masa depan untuk skuad nasional.
“Saya ingin pengalaman yang pernah saya miliki di sepak bola bisa bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kalau kita ingin Timnas Indonesia semakin kuat di masa depan, pembinaan harus dimulai dari sekarang dan harus menjangkau seluruh daerah. Soekarno Cup menjadi salah satu jalannya,” tuturnya.
Kehadiran Anang dan Yusuf diharapkan mampu memberikan motivasi serta masukan berharga bagi para peserta yang sedang merintis karier di dunia sepak bola.
“Kami berharap, dari turnamen ini muncul talenta muda yang kelak mengenakan jersey Garuda kebanggaan Timnas Indonesia,” ujar Yusuf.