Festival Santri Jember 2025 Resmi dibuka, Diikuti 1.417 Peserta
Pemerintah Kabupaten Jember resmi membuka Festival Santri 2025, di Gedung Jember Nusantara, Selasa, 14 Oktober 2025. Festival berlangsung hingga 17 Oktober 2025. Sebanyak 1.417 peserta dari berbagai lembaga pondok pesantren dan sekolah keagamaan se-Kabupaten Jember turut serta dalam festival ini.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan, festival santri diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025. Kegiatan itu menjadi ajang syiar Islam sekaligus wadah penguatan karakter religius para santri di tengah arus modernisasi.
Hafid memerinci, dari total 1.417 peserta, dibagi dalam berbagai kategori lomba. Seperti Festival Da’i Cilik, Da’i Remaja, Da’i Dewasa, Tartil, Adzan, serta Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK). Sebagian peserta berasal dari 150 pondok pesantren yang tersebar di Jember.
Selain itu peserta juga berasal dari berbagai lembaga, termasuk non pondok pesantren, lembaga pendidikan Muhammadiyah, Ibnu Katsir, LDII, Dinas Pendidikan, dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Jember.
“Total peserta yang terdaftar mencapai 1.417 orang. Untuk kategori Da’i Cilik ada 56 peserta, Da’i Remaja 58 peserta, Da’i Dewasa 51 peserta, Festival Adzan 52 peserta, Festival Tartil 54 peserta, dan untuk MQK diikuti kurang lebih 1.200 peserta dari 150 pondok pesantren,” jelasnya, Selasa, 14 Oktober 2025.
Dari seluruh peserta yang terdaftar, tidak semua berasal dari kalangan muslim. Tercatat ada satu peserta lomba da’i cilik yang beragama non muslim.
“Menariknya, tahun ini juga ada satu peserta Da’i Cilik non-muslim yang ikut berpartisipasi. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan toleransi dapat tumbuh dalam kegiatan bernuansa keagamaan seperti ini,” ujarnya.
Hafid berharap Festival Santri 2025 ini diharapkan mampu menjadi ruang aktualisasi diri bagi para santri untuk menyalurkan bakat di bidang seni Islami.
“Kami ingin festival ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat dan kreativitas santri dalam berkarya, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Jember, Isnaini Dwi Susanti, dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Kendati demikian, sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Jember menyiapkan trofi dan uang pembinaan bagi para pemenang dari masing-masing kategori lomba, mulai dari juara 1 hingga juara harapan 3.
“Santri adalah bagian penting dari masa depan bangsa. Melalui festival ini, kami ingin menanamkan nilai religius, semangat moderasi beragama, dan cinta tanah air di kalangan generasi muda,” katanya.