Enam Cyclist Indonesia Gowes Keliling Taiwan dalam Empat Hari
Gowes itu bisa sebagai pencapaian pribadi. Bahwa saya pernah gowes di sini. Di situ. Ke sana. Ke sini. Dan lainnya. Utamanya buat cyclist Indonesia yang hidup di negara kepulauan.
Gowes mengeliling pulau Madura sejauh 300an km. Gowes keliling pulau Bali sejauh 400an km. Atau gowes keliling pulau Lombok. Hal itu sering dilakukan oleh cyclist Indonesia. Di negeri sendiri.
Tetapi yang dilakukan oleh Dian Samudra bersama lima cyclist Indonesia lain malah mengelilingi pulau Taiwan! Ya, total jarak tempuhnya 1.124 km dengan total elevasi 6.344 meter.
Awalnya, Dheni Indrawan yang melontarkan ide gila ini di tahun 2021. Biasanya cyclist hanya bersepeda dari Taipei ke Kaoshiung.
βDheni mengajak saya untuk lanjut keliling Taiwan. Saya okein, jadi ini sudah keempat kalinya saya melakoni rute ICT Taiwan Loop bersama Dheni. Setiap tahun pesertanya gonta-ganti. Hanya saya dan Dheni yang tetap,β cerita Dian, yang kerap dipanggil Gio ini sambil tertawa.
Nah, edisi 2024 ini, Gio sekali lagi bersama Dheni. Tetapi ditemani juga oleh Kamal Rozak, Aryo, Aman, dan Yanu. Mereka tergabung dalam komunitas Indonesia Cyclist in Taiwan (ICT). Meski mereka satu komunitas tetapi mereka tinggal di kota yang berbeda.
Jadi ketika melakukan perjalanan panjang ini, mereka start dari kota masing-masing dan saling janjian bertemu. "Mumpung libur Imlek total sembilan hari jadi gowes keliling titik terluar pulau Taiwan ini," ujar Gio yang asli Ponorogo, Jawa Timur ini.
Ditentukan, Sabtu sore, 25 Januari sebagai hari start. Dua cyclist, Gio dan Kamal Rozak, memulai perjalanan dari Taoyuan, Distrik Dayuan yang berada di sisi utara Taiwan.
βBeberapa teman kami masih kerja di hari Sabtu. Jadi kami bertemu mereka di hari Minggu. Lantas mulai gowes bareng,β tutur Gio yang baru mulai gowes sekitar lima tahun lalu ini.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 150 km, tibalah mereka di Taichung jam 10 malam lantas mereka bertemu Dheni. Keesokan harinya perjalanan dilanjutnya menuju Kenting National Park sekitar 250 km dari Taichung.
Secara umum perjalan mereka tidak ada kendala berarti. Setiap jam 8 malam mereka mencari hotel untuk rehat. Jadi total keseluruhan waktu perjalanan ini adalah 100 jam lebih, sekitar empat hari.
Meski begitu, ternyata pencapaian cyclist ICT Taiwan Loop ini adalah yang tercepat. Moving time mereka 43 jam. Ini jauh di bawah rata-rata yang menyelesaikan Taiwan Loop di 50 jam.
βBanyak cyclist lokal maupun non lokal yang juga melakukan perjalanan Taiwan Loop ini. Tetapi waktu kita adalah yang tercepat untuk menyelesaikan loop ini,β bangga Gio yang menggunakan sepeda Giant TCR SLR 2010.
Kendala cuaca yang paling dirasakan oleh enam cyclist ini. Angin kencang dan hujan yang kerap membuat perjalanan mereka sedikit terhambat.
βCuaca dingin jarang sekali ada matahari jadi tidak panas, tetapi Yanu malah menggunakan sun block, alhasil ketika mulai ride, wajahnya jadi putih seperti memakai bedak,β cerita Gio sambil terbahak-bahak.
"Empat kali saya merasakan Taiwan Loop. Kesannya sama semua. Infrastruktur jalan yang sangat bagus membuat nyaman bersepeda di sini. Pengendara juga sangat toleran terhadap cyclist. Kendala utama hanya cuaca dingin, angin kencang, dan hujan. Dan yang paling seru adalah pantat panas, kaki capek tetapi di depan ada tanjakan gradien 10-12 persen," cerita pria kelahiran 30 September 1989 ini.
Akhirnya, total empat hari yang diperlukan untuk menyelesaikan ICT Taiwan Loop ini. βSaya berangkat Sabtu sore dari Taoyuan, finis Rabu malam. Yang dari Taichung finis di Kamis pagi, dan yang dari Tainan finis Kamis malam. Kami semua hepi karena perjalanan ini berakhir aman dan kami menantikan tahun depan lagi,β tutup Gio yang bekerja di sebuah pabrik AC di Taoyuan, Taiwan ini.
Advertisement