Empat Mahasiswa STIT Bojonegoro Ikuti KKN Internasional di Malaysia dan Thailand
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Bojonegoro mulai menunjukkan eksistensinya di level internasional dengan mengirimkan empat mahasiswa terbaiknya dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sekaligus Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang diselenggarakan di dua negara, yakni Malaysia dan Thailand dalam bentuk "Student Mobility community service programme practical teacing experience yang gagas IAD Probolinggo. Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan wawasan global dan penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa dalam konteks lintas budaya dan keagamaan.
Empat mahasiswa yang ikut serta dalam program prestisius ini adalah Juwita Gevi Ayu Pradini , Sabrina Putri Azahra, Laili Khusnul Mufidah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Muhammad Pandu Septian dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) akan menjalani pelatihan media pembelajaran di Universitas Islam Sains Malaysia (USIM) dan melakukan pengabdian masyarakat di wilayah komunitas Muslim di Thailand selama hampir satu bulan (12 Juni s.d 7 Juli 2025).
Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I , menyambut baik keterlibatan mahasiswanya dalam program tersebut. Dalam pesannya saat pembekalan KKN Internasional, beliau menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program ini merupakan wujud komitmen institusi untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan yang lebih luas dan berwawasan global.
"Kami merasa bangga karena STIT Muhammadiyah Bojonegoro mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam KKN Internasional ini. Ini bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga tentang pembelajaran lintas budaya dan keagamaan yang sangat penting bagi calon pendidik masa depan," ujar Dr. Ibnu Habibi yang juga ikut mengantar Mahasiswa sampai Thailand.
Selama mengikuti KKN Internasional, para mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal melalui berbagai kegiatan, antara lain: mengajar di sekolah-sekolah Islam, memberikan pelatihan keterampilan, menyelenggarakan kegiatan keagamaan, serta berdialog dengan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga dalam membangun komunikasi antarbudaya, serta memperkuat pemahaman akan praktik keislaman di wilayah ASEAN.
KKN Internasional ini juga menjadi sarana penting untuk membangun jejaring antar perguruan tinggi Islam di Asia Tenggara. Para mahasiswa tidak hanya menjalankan misi sosial, tetapi juga menjadi duta kampus yang membawa semangat dakwah, toleransi, dan kemajuan pendidikan Islam Indonesia ke ranah global.
Salah satu peserta, Juwita mengaku sangat antusias dan bersyukur dapat terlibat dalam program ini. “Ini adalah kesempatan emas yang tidak semua mahasiswa bisa dapatkan. Saya berharap bisa belajar banyak dari masyarakat di Malaysia dan Thailand, sekaligus memperkenalkan budaya dan pendidikan Islam dari Indonesia,” ujarnya penuh semangat.
Dengan adanya program ini, STIT Muhammadiyah Bojonegoro membuktikan keseriusannya dalam mendukung internasionalisasi kampus berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Kegiatan KKN Internasional ini menjadi tonggak penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan untuk bersaing di tingkat global.