Eksplorasi Gunung Sigogor: Temuan Anggrek Langka dan Flora Hutan Alas Ireng
Cagar Alam Gunung Sigogor di Ponorogo kembali menyingkap rahasia lamanya. Selama patroli SMART Patrol pada 16–19 September 2025, tim dari Resort Konservasi Wilayah 06, Seksi KSDA Wilayah II, menemukan jejak flora misterius yang menjadi penopang ekosistem Alas Ireng, termasuk anggrek permata hutan hingga Ficus yang disebut warga sebagai “penjaga Sigogor”.
Dikutip di laman bbksdajatim, Cagar Alam Gunung Sigogor ditetapkan sejak 4 September 1936 dengan luas kawasan 190,5 hektare. Terletak di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, kawasan ini memiliki ekosistem hutan hujan tropis pegunungan. Vegetasi dominan meliputi pasang (Quercus sondaica), jamuju (Podocarpus imbricatus), rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima wallichii), hingga salam (Eugenia polyantha).
Sementara itu, fauna khas yang masih bertahan antara lain rangkong (Buceros rhinoceros), elang bondol (Haliastur indus), kijang (Muntiacus muntjak), hingga macan tutul (Panthera pardus).
Temuan Flora Misterius: Anggrek Permata Hutan
Patroli kali ini menemukan flora hutan yang langka. Macodes petola atau anggrek permata menjadi sorotan, dengan urat daun berkilau seperti emas. Selain itu, terdapat Calanthe triplicata, Aerides odorata, hingga beberapa spesies Dendrobium.
Pohon-pohon besar seperti Dali (Radermachera glandulosa), Pasang (Lithocarpus sp.), hingga Ficus sp. tetap kokoh menopang hutan. Di bawahnya, tumbuh rapat sirih hutan (Piper sp.), tutup (Macaranga sp.), dan rumpun bambu cacing (Dinochloa sp.).
Satwa Hutan Sigogor Masih Bertahan
Selain flora, tim juga menjumpai keberadaan satwa liar. Dari suara sulingan gunung (Cyornis sp.), warna mencolok luntur harimau (Harpactes oreskios), hingga kelincahan musang luwak (Paradoxurus hermaphrodites) menegaskan bahwa ekosistem hutan Sigogor masih hidup dan berdenyut.
Jejak Sejarah di Gumuk Batu
Patroli juga menyingkap dua gumuk batu berpahat (NM 348 dan NM 371) serta pal batas kawasan (Pal 153) yang masih utuh. Temuan ini menjadi pengingat bahwa hutan bukan hanya menyimpan keanekaragaman hayati, tetapi juga sejarah pengelolaan kawasan sejak masa lalu.
Sepanjang patroli, tidak ditemukan aktivitas ilegal. Namun, tim tetap melakukan sosialisasi kepada warga sekitar agar terus menjaga kelestarian hutan. Edukasi sederhana menjadi jembatan penting agar flora endemik tetap tumbuh dan satwa liar tetap bebas berkeliaran.
Rute Menuju Gunung Sigogor
Untuk mencapai kawasan ini, wisatawan dapat menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Madiun atau Ponorogo. Perjalanan dilanjutkan ke Mliwir menggunakan bus atau minibus, lalu ke Telaga Ngebel dengan angkutan pedesaan atau ojek. Dari Dukuh Sekethip, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki ±10 km hingga tiba di Cagar Alam Gunung Sigogor.
Alas Ireng di Cagar Alam Gunung Sigogor menyimpan jejak flora misterius seperti anggrek permata hutan Macodes petola hingga Ficus penjaga Sigogor. Hutan ini bukan hanya ruang hidup flora dan fauna, tetapi juga cermin sejarah dan harapan konservasi di Ponorogo, Jawa Timur.