Dua Siswa dan Guru MIM 7 Kenep Bojonegoro Melaju ke Final KSNR-7 dan OGS-5 Nasional 2025
Jadi rujukan dan membanggakan. Itulah prestasi yang ditorehkan oleh keluarga besar MI Muhammadiyah (MIM) 7 Kenep, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Dua siswa dan satu guru dari madrasah ini berhasil melaju ke babak final Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-7 dan Olimpiade Guru Sains (OGS) ke-5 tingkat nasional tahun 2025.
Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Tangerang Selatan, pada Ahad, 19 Oktober 2025.
Dua siswa berprestasi tersebut adalah Fatimah Almira Alfathun Nisa’ dan Naufal Afkar Aqilah, sedangkan sang guru adalah Luluk Ismiati, yang juga merupakan Koordinator Olimpiade Class MIM 7 Kenep.
Luluk mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian luar biasa ini.
“Alhamdulillah, tahun ini dua siswa kami lolos hingga babak final. Saya pun berkesempatan menjadi salah satu finalis OGS,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan menuju final bukan hal mudah. Proses seleksi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat lembaga, penyisihan di KPM Cabang Bojonegoro, hingga semifinal dan akhirnya menembus babak final nasional.
Kepala MIM 7 Kenep, Suprapto, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. “Lolosnya dua siswa dan satu guru kami di ajang olimpiade sains tingkat nasional ini menjadi bukti berkembangnya budaya literasi di madrasah kami. Sains itu luas, tanpa kebiasaan membaca, kita pasti akan tertinggal,” tegasnya pada Ngopibareng.id, Sabtu 18 Oktober 2025.
Dukungan dan kebanggaan juga datang dari Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro. Ia menilai prestasi MIM 7 Kenep menjadi bukti nyata kemajuan pendidikan di daerah.
“Murid dan gurunya luar biasa. Meski sekolah ini berada jauh dari keramaian kota, mereka tetap mampu mewarnai dinamika pendidikan di tingkat regional hingga nasional. Ini menandakan sistem manajemen di madrasah ini berjalan sangat baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Bojonegoro bidang pendidikan, HM Yazid Mar’i, turut memberikan pesan motivatif bagi para finalis.
“Anakku Fatimah Almira dan Naufal Afkar Aqilah, semoga sukses dalam babak final KSNR 7 di Tangerang. Ini baru satu dari sekian pintu perjalanan panjang kalian. Teruslah berikhtiar, berdoa, dan mintalah rida orang tua. Tidak ada yang tidak bisa apabila disertai niat dan usaha,” pesan Yazid.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa dedikasi, bimbingan, dan semangat belajar yang tinggi mampu membawa siswa dan guru dari sekolah mana pun—termasuk yang jauh dari pusat kota—menuju panggung nasional.