DPRD Banyuwangi Usulkan Pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih ke Kemendagri
DPRD Kabupaten Banyuwangi akan mengirimkan surat usulan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Sebelumnya DPRD Banyuwangi menggelar rapat paripurna dengan agenda pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih hasil Pilkada 2024
Rapat Paripurna digelar di gedung DPRD Banyuwangi, Rabu, 12 Februari 2025 malam. Paripurna dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara dan dihadiri Forkopimda, jajaran SKPD, komisioner KPU dan Bawaslu, perwakilan partai politik serta Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Pengumuman dibacakan Wakil Ketua DPRD, Siti Mafrochatin Ni’mah.
I Made Cahyana Negara, menjelaskan rapat paripurna ini merupakan tindak lanjut dari hasil penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih oleh KPU Kabupaten Banyuwangi.
Made menyebut, setelah paripurna ini, DPRD akan mengirimkan surat ke Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Timur untuk mengusulkan proses pelantikan dan pengangkatan Ipuk Fiestiandani-Mujiono sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.
“Paripurna ini tindak lanjut dari SK penetapan KPU. Selanjutnya, kami akan mengirim surat ke Mendagri melalui Gubernur Jawa Timur,” jelasnya.
Surat yang akan dikirimkan mencakup dua hal. Pertama, usulan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi sebelumnya dan kedua, pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwngi terpilih.
Terkait pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih, menurut Made, informasi yang diterimanya, pelantikan akan digelar pada 20 Februari 2025. Pelantikan rencananya akan dilaksanakan secara serentak bersama kepala daerah terpilih lainnya.
Dalam kesempatan itu, Made mengucapkan selamat kepada Ipuk dan Mujiono yang telah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih.
"Kami di DPRD siap mengawal jalannya pemerintahan daerah agar program-program yang dijanjikan dapat terlaksana dengan baik,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.
Ipuk Fiestiandani mengatakan, sebagai petahana dirinya bersama Mujiono akan melanjutkan program-program strategis yang telah dijalankan sebelumnya. Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami tetap menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai program prioritas karena ini penting untuk SDM dan sejalan dengan arah kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” terangnya.
Sektor ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan menurut Ipuk juga tetap menjadi perhatian. Sektor-sektor tersebut, kata Dia, memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian daerah. Ipuk juga memastikan program pengentasan kemiskinan akan terus diperkuat.
“Infrastruktur juga tetap menjadi perhatian kami. Meskipun ada efisiensi anggaran, kami akan berupaya agar pembangunan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.