DPR Proses Empat Calon Pimpinan BI Mulai 14 Agustus
DPR RI akan memproses empat calon pimpinan Bank Indonesia setelah masa sidang dibuka pada 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto mengajukan empat nama melalui Surat Presiden atau Surpres. Destry Damayanti menjadi calon tunggal untuk posisi Gubernur Bank Indonesia. Presiden juga mengusulkan Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior.
Selain itu, pemerintah mengajukan Solihin M. Juhro dan M. Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur. Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan daftar tersebut pada Rabu, 12 Agustus 2026.
βNama-nama tersebut nantinya akan kami proses sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR,β kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Surpres Pimpinan BI Masuk ke DPR
Sebelumnya, pemerintah menyerahkan Surpres kepada DPR pada Senin, 10 Agustus 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pengajuan tersebut mengikuti arahan langsung Presiden.
Pemerintah lanjutnya, telah mengirimkan calon untuk beberapa posisi dalam Dewan Gubernur BI. Jumlah calon Deputi Gubernur juga menyesuaikan kebutuhan struktur organisasi saat ini. Langkah tersebut membuka proses resmi pergantian pimpinan bank sentral. DPR selanjutnya akan menjalankan tahapan sesuai ketentuan dan mekanisme kelembagaan.
Puan memastikan DPR akan mulai memproses nama-nama tersebut setelah pembukaan masa sidang. Dengan demikian, agenda seleksi akan masuk dalam rangkaian kegiatan DPR periode berikutnya.
Destry Damayanti menjadi nama yang paling mendapat perhatian dalam pengajuan tersebut. Saat ini, ia menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI. Sebelumnya ia menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia menduduki posisi tersebut sejak 2019 dan kembali memperoleh masa jabatan pada 2024.
Bank Indonesia mencatat Destry kembali mengucapkan sumpah sebagai Deputi Gubernur Senior pada 7 Agustus 2024. Masa jabatannya berlaku selama lima tahun berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024.
Kondisi tersebut membuat proses seleksi memiliki arti penting bagi perekonomian nasional. Pelaku pasar membutuhkan kepastian mengenai arah kebijakan bank sentral berikutnya.
SelainDestry, Presiden juga mengajukan Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI. Saat ini, Aida menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.Pengajuan Aida menunjukkan adanya kesinambungan dari internal bank sentral. Ia memiliki pengalaman dalam menjalankan berbagai fungsi strategis di BI.
Aida memperoleh nominasi untuk posisi Deputi Gubernur Senior pada pengumuman pemerintah. Pengangkatannya akan menempatkan Aida pada posisi penting dalam struktur kepemimpinan BI. Posisi Deputi Gubernur Senior memiliki peran penting dalam mendukung koordinasi kebijakan. Jabatan tersebut juga menjadi bagian utama dalam struktur Dewan Gubernur.
Kemudian ada nama Solihin M. Juhro dan M. Anwar Bashori. Puan menyampaikan kedua nama itu dalam konferensi pers di Gedung Nusantara. DPR selanjutnya akan menilai seluruh calon melalui tahapan yang berlaku.
Pengajuan tersebut sekaligus menyesuaikan kebutuhan jumlah anggota Dewan Gubernur. Pemerintah sebelumnya menyebut jumlah calon Deputi Gubernur berkurang satu.Langkah itu menunjukkan pemerintah mempertimbangkan struktur organisasi BI saat mengajukan nama. DPR kemudian akan menilai kesesuaian calon dengan kebutuhan lembaga.
Setelah masa sidang dibuka, DPR akan menentukan tahapan berikutnya. Proses tersebut dapat mencakup pembahasan dan mekanisme uji kelayakan sesuai aturan yang berlaku. DPR memiliki peran penting dalam menentukan calon yang mendapat persetujuan. Setelah DPR menyetujui calon, Presiden dapat melanjutkan proses pengangkatan.
Puan menegaskan DPR akan menjalankan seluruh proses secara kelembagaan. Ia juga memastikan pembahasan akan berlangsung setelah pembukaan masa sidang.Proses tersebut menjadi bagian dari mekanisme checks and balances dalam pengisian jabatan strategis negara. Dengan demikian, keputusan tidak hanya bergantung pada pengusulan Presiden.
Pasar Menunggu Kepastian Kepemimpinan Bank Sentral
Pergantian gubernur BI selalu menarik perhatian pasar keuangan. Investor biasanya mencermati arah kebijakan moneter calon pimpinan baru. Kepastian kepemimpinan juga penting ketika ekonomi menghadapi tekanan global. Perubahan nilai tukar, inflasi, arus modal, dan kebijakan negara lain dapat memengaruhi Indonesia. Karena itu, proses seleksi DPR akan mendapat perhatian pelaku pasar. Mereka akan mencermati visi dan strategi para calon dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Pembukaan masa sidang pada 14 Agustus menjadi titik awal proses berikutnya. DPR akan memproses empat nama sesuai aturan dan tata kerja lembaga. Proses tersebut tidak sekadar menentukan pengisi jabatan. DPR juga akan menentukan figur yang memimpin kebijakan bank sentral dalam periode berikutnya.
Pada akhirnya, keputusan tersebut akan berdampak pada arah kebijakan ekonomi nasional. Karena itu, publik menunggu proses seleksi dengan perhatian besar.
Kepemimpinan BI membutuhkan figur yang mampu menjaga stabilitas sekaligus merespons dinamika ekonomi. Selain itu, independensi, kredibilitas, dan kemampuan membaca risiko menjadi faktor penting. Dengan masuknya Surpres ke DPR, proses pengisian jabatan pimpinan BI kini memasuki tahap baru. Publik selanjutnya menunggu bagaimana DPR menjalankan proses tersebut secara terbuka dan akuntabel.
Penulis: Nurut Huda
Advertisement