Disambar Petir, Dua Pura di Karangasem Bali Terbakar
Dua pura di Kabupaten Karangasem, Bali, dilaporkan terbakar diduga tersambar petir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa kebakaran terjadi dalam rentang waktu berdekatan pada Minggu 11 dan Senin 12 Januari 2026, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp3,6 miliar.
Kebakaran pertama terjadi di Pura Pedharman Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas (AGPAG) Besakih, Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, pada Minggu 11 Januari sekitar pukul 13.40 Wita. Bangunan suci yang terbakar adalah palinggih meru tumpang sembilan (sia) yang saat itu tengah dalam proses renovasi dan telah mencapai progres sekitar 95 persen.
Akibat kejadian tersebut, seluruh atap ijuk meru ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar, sesuai nilai kontrak pembangunan meru tersebut. Saat kejadian, hujan deras mengguyur kawasan Pura Besakih yang berada di dataran tinggi, tepatnya di hulu Pura Penataran Agung Besakih atau di selatan Pura Gelap Besakih.
Selain pembangunan meru tumpang sembilan, di lokasi yang sama juga tengah dilakukan pengerjaan tembok panyengker, padmasana, dan menjangan seluang dengan bataran berbahan batu tabas. Selama proses pembangunan, secara teknis tidak ditemukan kendala berarti, namun pengerjaan kerap terhambat karena intensitas hujan yang tinggi.
Kebakaran kedua terjadi di Pura Bukit Tegeh, Banjar Dinas Sangkan Gunung, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Karangasem, pada Minggu 11 Januari 2026 sekitar pukul 15.24 Wita. Dalam peristiwa ini, api melahap satu unit meru tumpang sebelas dan satu unit meru tumpang tiga, dengan luas area terbakar sekitar 20 x 21 meter. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem, Artha Negara, mengatakan kebakaran di Pura Pedarman Arya Gajah Para kembali terjadi pada Senin 12 Januari 2026sekitar pukul 13.50 Wita. Dalam kejadian tersebut, petugas berhasil menyelamatkan delapan bangunan, termasuk tiga bangunan pura. βBangunan yang terbakar satu buah meru tumpang sembilan dan satu pelinggih,β ujar Artha, pada media Senin 12 Januari 2026.
Untuk memadamkan api, petugas mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran dengan 19 personel. Sebanyak 23.000 liter air digunakan dalam proses pemadaman, melibatkan Regu 3 Pos Pemadam Selat dan Pos Karangasem, serta dibantu oleh Damkar Klungkung.
Sementara itu, pada kebakaran di Pura Bukit Tegeh, sebanyak 23 personel dari Pos Karangasem dan Pos Selat dikerahkan dengan dukungan enam unit armada, serta menggunakan sekitar 19.000 liter air. Petugas berhasil menyelamatkan sejumlah bangunan suci, di antaranya satu pesamuan kelod, satu pesamuan baler, dan enam pelinggih.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan pengelola kawasan suci untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan disertai petir, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Advertisement