Dipamerkan di Galeri Merah Putih, Lukisan Azzahra Adiva Terjual
Lukisan anak karya Azzahra Adiva berjudul “Penyelidikan Kasus Bawah Tanah” dibeli kolektor asal Jakarta. Lukisan dengan media spidol dan akrilik di atas kanvas berukuran 50 x 50 cm maharnya mencapai jutaan rupiah.
Pelukis cilik berumur enam tahun itu saat ini tengah menampilkan 14 karyanya yang digelar di Galeri Merah Putih, komplek Balai Pemuda, Surabaya, 27-31 Juli 2025, bertema “Dunia Azzahra”.
Lukisan Azzahra sebagai lukisan anak bergaya naif, imajinatif, dan kaya warna sebagaimana dunia anak-anak di masa tumbuh kembang mereka. Karyanya yang terjual “Penyelidikan Kasus Bawah Tanah”, sangatlah polos, lugu, tentang dunia bawah tanah yang penuh misteri dan keajaiban sebagaimana dalam imajinasinya.
Tergurat di kanvasnya ada gambar tiga peri detektif yang cerdik dan kucing malang yang terperangkap, yang jadi fokus utama lukisan. Sementara, kawanan serangga di sekitarnya menambah kekayaan dinamika visualnya.
Dominasi background warna hijau cerah di atas teknik cipratan transparan warna hijau yang lebih gelap, menyuguhkan gagasan Azzahra yang lugas khas dunia anak.
“Lukisan itu perlu dinarasikan untuk mengomunikasikan imajinasi pelukis dengan publik, sehingga publik akan bisa mencerna makna lukisan,” kata Arik Wartono, kurator yang juga guru Azzahra dari Sanggar DAUN (Duta Alam Untuk lingkungaN), Gresik.
Arik menegaskan, kolektor yang membeli lukisan Azzahra bisa jadi karena apresiatif setelah memahami lukisan Azzahra lewat narasi yang ditulisnya. Berapa maharnya? “Sepuluh juta,” kata Arik yang telah merawat sanggar seninya 21 tahun di kawasan Cerme, Gresik.
Pameran Azzahra dibuka pada Sabtu (26 Juli) oleh eyang kakungnya Mayjen TNI AD (Purn) Hari Kustono. “Tembok dinding rumah saya dipenuhi coretan coretan Azzahra. Sampai sekarang, coretan itu tetap saya biarkan sebagai lukisan asli Azzahra,” kata Hari Kustono.
Sri Hartati Widya Ningrum, Ibunda Azzahra, bercerita ketika menjemput pulang sekolah, teman-temannya sudah keluar kelas tapi Azzahra ditunggui sampai lama tidak menampakkan diri keluar ruangan.
“Setelah saya tengok di dalam kelas, ternyata dia asyik melukis sehingga saya tunggui sampai dia selesai melukis,” kata Sri Hartati saat pada sambutannya sambil menjelaskan bahwa suaminya, Vega Indera Citra Utama, juga ayah Azzahra, sedang memenuhi tugas negara ke Itali mengambil Kapal Perang Brawijaya milik TNI AL.
Undangan pembukaan pameran dihadiri juga guru-guru Kelompok Bermain Taman Kanak-Kanak (KBTK) dan SD Al Muttaqien, Surabaya, tempat Azzahra bersekolah serta sejumlah seniman dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan seniman sufi asal Tulungagung, Anang Prasetyo, yang akan pameran di Galeri Merah Putih, 29 November mendatang.*