Delegasi ASEAN-ID Blue Belajar di Kampung Nelayan Merah Putih
Para delegasi ASEAN-ID Blue menjadikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng Banyuwangi sebagai best practice. Mereka belajar langsung konsep koperasi nelayan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui hilirisasi sektor perikanan berbasis pariwisata.
Direktur Pemberdayaan Usaha Kementrian Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso, mengatakan, KNMP Lateng menjadi kawasan kampung nelayan modern yang dikembangkan sebagai kawasan tematik hilirisasi berbasis wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual berupa ikan, tetapi juga diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah.
βKNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya, mereka fokus pada turisme sehingga lebih mengedepankan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner,β katanya saat berkunjung ke KNMP Lateng, Sabtu, 18 Juli 2026.
Konsep wisata di KNMP Lateng tampak dari konsep bangunan yang ikonik. Bangunan mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing, suku asli Banyuwangi. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.
Sementara itu Staf Ahli Diplomasi Ekonomi, Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika mengaku sangat terkesan dengan KNMP Banyuwangi. Ia melihat secara nyata ekonomi biru yang dilaksanakan bermanfaat untuk masyarakat nelayan/pesisir.
βKami tidak menyangka KNMP Banyuwangi sebagus dan semaju ini, memang masih baru namun melihat potensinya ke depan sangatlah besar,β ujarnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut para Delegasi ASEAN-ID Blue melihat langsung sejumlah fasilitas di KNMP Banyuwangi. Saat ini KNMP Banyuwangi dilengkapi dengan gerai kuliner, dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, pabrik es, workshop nelayan, serta unit pengolahan hasil laut.
Mereka juga berbincang hingga mencicipi produk UMKM nelayan serta melihat langsung berbagai potensi produk ekspor perikanan Banyuwangi.
Delegasi dari Kedutaan Besar Fiji bidang Economy & Political, Leone Bainivanua, mengatakan sangat kagum dengan pengembangan KNMP di Banyuwangi. Terlebih keberadan KNMP tersebut memberikan manfaat besar bagi komunitas lokal setempat.
βTempat ini sangat bagus, di Fiji belum ada yang seperti ini. Kami terinspirasi untuk mengembangkan yang sama di negara kami karena wilayahnya juga dikelilingi lautan,β kata Leone.
Sementara itu delegasi dari Counsellor Malaysia mission to ASEAN, Faezatun Azirah Binti Yahaya, mengaku terkesan melihat pemberdayaan komunitas nelayan yang ada di KNMP Banyuwangi.
βApa yang dilaksanakan disini akan menjadi referensi untuk dikembangkan di negara kami,β ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, mengatakan, KNMP Lateng dibangun dan dikembangkan dengan konsep hilirisasi berbasis pariwisata berdasarkan potensi daerah sekaligus keinginan pemangku setempat. Dulunya di area ini warga berjualan dengan tenda-tenda dan belum tertata.
βAdanya KNMP membawa berkah khususnya bagi ibu-ibu istri nelayan dan warga lokal karena tempat ini semakin menarik jadi destinasi wisata kuliner. Kami juga terus memberikan pendampingan dan penyuluhan agar mereka bisa memberikan pelayanan yang memadai bagi penunjung yang datang,β terangnya.
Advertisement