Dalam Dua Pekan Sumenep Diguncang Gempa, Siang Tadi Magnitudo 4,2
Wilayah Kabupaten Sumenep kembali diguncang gempa bumi pada Sabtu 11 Oktober 2025 siang. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 4,2 terjadi pukul 13.07 WIB.
Gempa berpusat di laut pada koordinat 7,21 Lintang Selatan dan 114,16 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara Sumenep, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyampaikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangannya resmi.
Dua Pekan Sebelumnya Gempa 6,5 Guncang Sumenep
Gempa ini menjadi yang kedua dalam dua pekan terakhir di wilayah Sumenep. Sebelumnya, pada Selasa 30 September 2025 pukul 23.49 WIB, gempa dengan magnitudo 6,5 mengguncang kawasan yang sama. Pusat gempa kala itu berada di laut dengan kedalaman 11 kilometer, sekitar 50 km tenggara Sumenep.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 29 rumah warga mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut. Kerusakan tersebar di empat kecamatan, yakni Gayam, Nonggunong, Talango, dan Saronggi.
“Dari laporan visual di lapangan, dinding rumah roboh dan puing berserakan ke tanah. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, pada Rabu 1 Oktober 2025.
Warga Diminta Tetap Waspada
Meski gempa siang ini terbilang kecil dan tidak menimbulkan kerusakan, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga yang berada di wilayah pesisir juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak resmi terkait potensi tsunami.
Grafik Gempa bumi dua kali terjadi di Sumenep dalam dua pekan terakhir.