Dahsyat Istimewa! 17 Jenis Pahala Itikaf bulan Ramadan
Pahala Iātikaf di Bulan Ramadan yang Luar Biasa
Bulan Ramadan yang mulia ialah bulan dimana kita bisa mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan memiliki kesempatan untuk berbuat amal kebaikan sebanyak banyaknya serta memohon ampun atas dosa dosa yang telah lalu.
Ramadan akan terasa lebih indah jika diisi dengan kegiatan berdiam diri untuk menenangkan jiwa dan melepaskan diri dari segala kesibukan dan kepenatan duniawi. Cara tersebut yakni disebut dengan Iātikaf yang dilakukan terutama pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
Segala tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tentu memiliki dampak baik bagi ketenangan dunia maupun kedamaian di akhirat nanti.
Allah selalu menyiapkan pahala luar biasa bagi siapa saja yang ikhlas dalam mengerjakan amal baik, termasuk Iātikaf. Apa saja pahala yang tersebut?
Mari simak uraian lengkapnya dalam artikel berikut, 17 pahala Itikaf di bulan Ramadhan.
1. Pahala Ampunan Dosa
Orang yang melakukan Iātikaf di bulan Ramadhan untuk melengkapi ibadahnya yang lain seperti puasa dan shalat tarawih, serta menjalankannya dengan niat hanya karena Allah berdasarkan keutamaan ikhlas dalam islam maka akan mendapat kebaikan dan ampunan dosa, hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahuāanhuma sesungguhnya Rasulullah sallallahuāalaihi wa sallam berkata kepada orang yang beriātikaf, āDia menahan dosa-dosa dan dialirkan baginya kebaikan sebagaimana orang yang melakukan kebaikan semuanya.ā
2. Pahala Dijauhkan dari Neraka
Iātikaf artinya ialah berdiam diri untuk merenungi keburukan yang dimiliki untuk bertaubat, berdzikir untuk memuji Allah, serta berdiam untuk mengharap keberkahan di kehidupan akherat dan memohon diterimanya amalan amalan bulan Ramadhan yang dilakukan.
Jika dilaksanakan dengan kesungguhan hanya mengharap ridho Allah, baginya akan dijauhkan dari siksa neraka bagi wanita maupun siksa neraka bagi laki laki.
Hal ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, āBarangsiapa beriātikaf sehari mengharap wajah Allah, maka Allah jadikan antara dia dengan neraka tiga parit yang lebih jauh di antara timur dan barat.ā
3. Menyempurnakan Rangkaian Ibadah Puasa
Diriwayatkan Dailami dari Aisyah radhiallahuāanha sesungguhnya Nabi sallallahuāalaihi wa sallam bersabda, āBarangsiapa yang beriātikaf dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.ā
Ibadah bulan puasa tentu akan lebih lengkap jika dijalani dengan keikhlasan dan taubat yang terdalam, Iātikaf akan menyempurnakan rangkaian ibadah puasa yang dilakukan dan memberi kebaikan di masa mendatang. Iātikaf akan memberikan rasa tenang sehingga orang tersebut mampu menahan emosi saat puasa.
4. Mendapat Pahala Haji dan Umrah
Sungguh luar biasa pahala Iātikaf yang dilakukan di bulan Ramadhan, pahala besar akan didapat yakni pahala seperti beribadah haji dan umrah.
Diriwayatkan oleh Baihaqi dan dilemahkannya dari Husain bin Ali radhiallahuāanhuma berkata, Rasulullah sallallahuāalaihi wa sallam bersabda, āBarangsiapa melakukan iātikaf sepuluh hari di bulan Ramadhan, bagaikan melakukan dua haji dan dua umroh.ā keutamaan ibadah haji dan keistimewaannya akan didapat dengan melakukan Iātikaf 10 hari di akhir ramadhan, tentu sebuah pahala yang luar biasa.
5. Mengikuti Sunnah Rasulullah
Dari āAisyah radhiyallahu āanha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu āalaihi wa sallam biasa beriātikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beriātikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun āalaih. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).
Rasulullah sejak dahulu selama bulan Ramadhan selalu melakukan Iātikaf dan diikuti oleh istri istrinya sepeninggal beliau. keutamaan iātikaf di bulan ramadhan yang dilakukan oleh Rasulullah tersebut wajib diteladani oleh kita semua sebagai umatnya, dan menandakan bahwa hal tersebut telah dicontohkan dan disunnahkan oleh Rasulullah, serta bagi siapa saja yang mengikuti sunnah Rasulullah tentu mendapat pahala karena telah menjalankan syariat agama islam yang juga dibuat oleh Allah. Orang tersebut akan diakui sebagai pengikut Rasulullah dan mendapat petunjuk serta jalan yang lurus.
6. Pahala Kenikmatan Dekat dengan Allah
Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Nabi shallallahu alaihi wasallam mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (HR. Bukhari). Iātikaf artinya berdiam diri melupakan hal hal duniawi dan hanya mengingat Allah, dalam kondisi mendekat kepada Allah, tentu Allah juga akan mendekat kepadanya sehingga ia mendapatkan kenikmatan lahir dan batin.
7. Pahala Istiqomah
Umumnya orang orang akan rajin menjalankan ibadah hanya ketika di awal puasa saja, di pertengahan mereka akan malas dan kembali rajin di akhir Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri, sedangkan orang yang berIātikaf menunjukkan bahwa ia mampu bersabar dan mengerjakan amal ibadah dengan istiqomah sehingga ia pun mendapat pahala yang luar biasa karena ketekunannya.
8. Pahala Menunggu Waktu Shalat
Tidaklah seseorang di antara kalian duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, melainkan para Malaikat akan mendoakannya: ĖYa Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia, (HR Ahmad). Ketika Iātikaf tentu akan berdiam diri di masjid, hal itu sama saja menunggu hingga waktu shalat tiba, dan menunggu waktu shalat terlebih di bulan Ramadhan juga memiliki pahala yang sangat mulia.
9. Diberi Kemudahan Melakukan Ibadah Ramadan
Orang yang ber Iātikaf akan memohon kepada Allah untuk mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan, sehingga apapun yang dilakukan akan mendapat petunjuk dan ia mendapat kemudahan untuk melakukan segala amalan kebaikan lain, hal itu terjadi karena ia memiliki niat yang sungguh sungguh untuk menata diri dan berbuat baik serta menunjukkan dan mengusahakannya langsung di hadapan Allah Subhanahu WaTa'ala.
10. Pahala Bersyukur
Iātikaf artinya bersyukur kepada Allah karena masih diberi waktu untuk bertemu bulan Ramadhan dan masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah, hal itu merupakan ibadah pula sebab Allah menyukai hambaNya yang bersyukur dan akan terus menambah nikmat untuk hambaNya tersebut, sehingga ia akan terus mendapat keberkahan dan ketenangan hidup serta jauh dari sifat kufur.
11. Kenikmatan Waktu yang Bermanfaat
Iātikaf ialah berdiam diri untuk mengisi waktu dengan mendekat dan menyebut asma Allah, tentu hal demikian jauh lebih bermanfaat karena berlalu dengan tercatatkan pahala untuknya daripada ia tidak melakukan apapun atau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat. Ia akan mendapat pahala berupa kenikmatan hati karena memiliki waktu yang terisi dengan amal ibadah.
12. Pahala Shalat Berjamaah
Iātikaf di masjid tentu akan menunggu waktu shalat disertai dengan melakukan shalat berjamaah, hal itu akan mendapatkan pahala yang berlipat lipat dimana orang yang melakukan shalat berjamaah di bulan Ramadhan dijamin pahala yang jauh lebih besar serta mendapat rasa khusyuā yang lebih dalam beribadah. Tentu ia akan memiliki kebahagiaan dalam menjalani ibadah Ramadhan.
13. Jauh dari Tamak Duniawi
Iātikaf mengajarkan tentang kesederhanaan dan rasa pasrah, ketika menjalankan ibadah tersebut, ia akan berdiam diri dan merenung, sehingga ia akan menyadari arti kehidupan dan jauh dari segala bentuk ketamakan duniawi. Ia pun menjadi seseorang yang semakin dekat dengan Allah dan semakin berkurang ketamakannya terhadap hal hal duniawi.
14. Pahala Mengunjungi Masjid
Orang yang menggantungkan hatinya dengan masjid (HR Bukhari). Hadits tersebut ialah ciri orang mulia yang mendapat pahala yang jelas orang yang menjalankan ibadah Iātikaf termasuk di dalamnya karena ia rutin berada di masjid dan menggantungkan hidupnya disana. Ia menjadi seseorang yang mencintai masjid dan merawatnya sehingga bertambah lagi kebaikan untuknya.
15. Pahala Menjemput Malam Lailatul Qadar
Carilah malam lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari dan Muslim). iātikaf yang dilakukan terutama di 10 hari menjelang Ramadhan berakhir dimana di hari hari tersebut terdapat malam yang mulia, orang yang ber Iātikaf juga tentunya mengharap kenikmatan di malam tersebut dan mendapat pahala darinya.
16. Teladan Sahabat Rasulullah
āAku pernah melakukan iātikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beriātikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. Siapa saja yang ingin beriātikaf di antara kalian, maka beriātikaflah.ā Lalu di antara para sahabat ada yang beriātikaf bersama beliau. (HR. Bukhari no. 2018 dan Muslim no. 1167). Jelas bahwa Iātikaf juga dicontoh sahabat Rasulullah sebab itu juga disunnahkan untuk dicontoh semua umat muslim.
17. Dianjurkan oleh Allah Ta'ala
āTidak ada suatu ibadah hamba-Ku kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan apabila hamba-Ku senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan (ibadah-ibadah) sunah, maka Aku akan mencintainya. Ketika Aku telah mencintainya, maka Aku (membimbing) pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar.
Aku (membimbing) penglihatannya ketika melihat, (membimbing) tangannya ketika memukul dan (membimbing) kakinya ketika melangkah (sesuai dengan taufik da inayah-Ku). Kalau dia meminta-Ku, pasti akan Aku beri. Kalau dia meminta perlindungan-Ku, pasati akan Aku lindungi.ā (HR. Bukhari, no. 6502).
Allah menganjurkan hambaNya untuk melakukan Iātikaf di bulan Ramadhan untuk mencapai kenikmatan Ramadhan yang sempurna dan jika ada manusia yang melakukannya murni semata karena Allah maka baginya ialah pahala yang mulia berupa perlindungan dan kasih sayang dari Allah. Sungguh nikmat yang luar biasa.
Demikian artikel mengenai pahala Iātikaf di bulan Ramadhan, semoga memberi motivasi bagi kita untuk meningkatkan amal kebaikan untuk menggapai berkah ramadhan yang sempurna. Terima kasih sudah membaca.
Semoga bermanfaat...
Advertisement