Daftar Wilayah Jawa Timur Terdampak Cuaca Ekstrem hingga 16 Februari 2025
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi prakiraan cuaca untuk Jawa Timur (Jatim), Jumat 14 Februari 2025. Secara keseluruhan, cuaca diprediksi diselimuti berawan dari pagi hingga malam hari.
Namun demikian, beberapa daerah diprediksi akan turun hujan ringan, yakni di Bangkalan, Gresik, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Pasuruan, Lumajang, Magetan, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, dan Sumenep.
BMKG memberikan peringatan potensi peningkatan kecepatan angin dan cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, pada 7 hingga 16 Februari 2025. Hal ini bisa memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
Waspada Bencana Hidrometeorologi
Ada sejumlah faktor yang memicu terjadinya hal ini. Seperti kondisi atmosfer Jatim yang labil dan sejumlah wilayah yang telah memasuki puncak musim hujan. Aktifnya monsun Asia dan adanya fenomena gelombang atmosfer Kelvin dan MJO juga turut mempengaruhi.
Selain itu, adanya fenomena siklon tropis Taliah di Samudra Hindia Selatan Jabar juga turut mempengaruhi peningkatan kecepatan angin yang diprediksi bisa mencapai 30 knots atau setara 54 km/jam.
Daftar Daerah Terdampak Cuaca Ekstrem
Adapun wilayah yang diperkirakan terdampak potensi cuaca ekstrem ini antara lain Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Lamongan.
Lalu, Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten dan Kota Probolinggo, serta Kabupaten Situbondo.
Kemudian, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jombang, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Banyuwangi.
Terakhir, di Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, serta Kabupaten Lumajang.
Disclaimer: perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu-waktu. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengupdate informasi seputar cuaca melalui website dan media sosial BMKG.