Cuaca Ekstrem di Jember, Rumah Warga Terendam Banjir, Jembatan Jebol hingga Longsor
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember sejak pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB, Senin, 15 Desember 2025 menyebabkan sungai meluap ke pemukiman warga. Selain itu, juga menyebabkan infrastruktur seperti jembatan rusak.
Kepala BPBD Jember, Indra Tri Purnomo, mengatakan, berdasarkan catatan Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Jember, hingga pukul 17.11 WIB, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak siang hari memicu rangkaian kejadian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
BPBD Jember mencatat sedikitnya 21 kejadian dampak cuaca ekstrem, mulai dari pohon tumbang, tanah longsor, hingga luapan sungai yang merendam pemukiman warga dan fasilitas umum.
Sejumlah sungai utama di Jember mengalami kenaikan debit air signifikan,. Di antaranya, Sungai Kalijompo, Sungai Gila, Sungai Rembangan, Sungai Bedadung, Sungai Sumberkembang serta Sungai Patemon.
Kenaikan debit Sungai Kalijompo terpantau sejak pukul 14.38 WIB dan terus meningkat hingga mencapai ketinggian 120 sentimeter di Pos Pantau Perkebunan Kalijompo.
“Luapan air sungai ini kemudian merendam pemukiman warga di Kampung Ledok, termasuk rumah mantan Bupati Jember Hendy Siswanto terendam air,” katanya, Senin, 15 Desember 2025.
Sementara itu, Sungai Gila di wilayah Ledokombo meluap hingga ke badan jalan raya dan menggenangi rumah warga di Desa Sumbersalak serta Karangrejo Bireh.
Kondisi serupa terjadi di Sungai Rembangan, di mana air meluap ke halaman dan masuk ke rumah warga di sekitar belakang RS Paru Jember Lor serta wilayah Kemuningsari Lor, Kecamatan Arjasa.
Tak hanya banjir, cuaca ekstrem juga memicu tanah longsor di beberapa titik. Di antaranya di Desa Sumberbulus, Ledokombo, serta di Jalan Rembangan, Kemuningsari Lor. Meski sebagian longsor telah ditangani, beberapa lokasi masih dalam proses penanganan hingga sore hari.
Dampak terparah tercatat di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, dmeningkatnya debit air secara tajam di Sungai Patemon menyebabkan jembatan penghubung antarwarga jebol. Sehingga akses transportasi warga terputus total.
“Jembatan yang berada di Desa Patemon, Pakusari rusak diterjang banjir," tambahnya.
BPBD juga mencatat kejadian pohon tumbang di sejumlah titik serta gardu listrik roboh di Jalan Kasuari, Kedawung, Gebang, Patrang, yang sempat membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.
Hingga laporan terakhir, seluruh kejadian masih dalam status proses penanganan, dengan tim BPBD, relawan, dan unsur terkait.
Tim gabungan terus melakukan pemantauan, asesmen kerusakan, serta upaya penanganan darurat di lapangan.
"Terkait tiang listrik yang roboh sudah ditangani bersama PLN. Masalah di titik lain juga dalam proses penanganan. Kami mengimbau
Masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan diminta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing," pungkasnya.