CJH Embarkasi Surabaya Asal Sidoarjo Korban Perampokan, Ini Kata PPIH
Beberapa Calon Jamaah Haji (CJH) Embarkasi Surabaya menjadi korban penipuan saat melakukan aktivitas di Arab Saudi. Salah satunya, Usman salah satu CJH yang tergabung dalam kloter ke 58. Ia menjadi salah satu korban penipuan yang dilakukan sopir taksi yang ditumpanginya.
Kabar tersebut kemudian dibenarkan oleh Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo. "Saya juga tidak tahu persis, tapi saya melihat sepertinya itu sendirian gitu ya," ungkap Sugiyo saat dikonfirmasi, Selasa 27 Mei 2025.
Selain itu, ia menyebut ada modus lain yang terjadi dan menimpa sejumlah CJH lain. Di mana, perampokan dilakukan dengan cara melakukan penipuan memeriksa tas dan dokumen.
"Jadi mereka pura-pura menjadi petugas di cek tasnya, kelengkapan datanya dicek, ternyata dia ngambil uang. Jadi menurut saya itu modusnya lebih ke penipuan," ujarnya.
Bawa Uang Seperlunya Saja
Menyambut puncak ibadah haji dengan banyaknya CJH yang tumpah ruah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Sugiyo mengimbau kepada CJH Embarkasi Surabaya untuk membawa keperluan yang dibutuhkan saja untuk memperlancar ibadah haji.
Paling penting, menurutnya adalah makanan dan minuman karena pada proses ibadah ini memerlukan energi yang cukup besar.
"Dikhawatirkan dalam situasi tertentu, misalnya seperti tahun 2023 itu di Armuzna penjemputannya terlambat, yang mestinya sekitar jam 07.00-08.00 sudah tuntas kemarin sampai jam 13.00-14.00. Nah, jemaah akan kesulitan untuk makan dan minum karena memang di Muzdalifahitu tidak ada jatah makan, mestinya di situ sampai pagi sudah tuntas ke Mina, disiapkan makanan di Mina," pesannya.
Selain itu, bagi para CJH juga diimbau menjaga kesehatan dengan tidak melakukan banyak aktivitas yang melelahkan. "Jemaah jangan memaksakan diri untuk ke masjid jika jauh. Mungkin yang sehat masih okelah, tapi yang lansia, yang sakit ya supaya menahan diri dan mempersiapkan supaya nanti ke puncak hajinya dalam keadaan sehat," pungkas Sugiyo.