Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman Mendikdasmen-Kapolri Sepakat Pendekatan Keadilan Restoratif
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sepakati perjanjian perlindungan hukum bagi guru melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).
Poin-poin utama dari Nota Kesepahaman (MoU) tersebut meliputi:
Penerapan keadilan restoratif. Saat terjadi permasalahan hukum yang melibatkan guru, baik dengan murid, orang tua, maupun pihak lain saat menjalankan tugas mendidik, akan diupayakan penyelesaiannya secara damai melalui mediasi dan keadilan restoratif, menghindari proses pidana formal secara langsung.
MoU ini bertujuan untuk mengakhiri kerentanan guru yang sering kali dilaporkan ke polisi hanya karena menegur atau mendisiplinkan siswa, sehingga guru dapat mengajar dengan lebih percaya diri dan berwibawa.
Koordinasi Antar Lembaga: Kepolisian akan lebih selektif dan bijak dalam menerima laporan terkait guru dan akan berkoordinasi dengan organisasi profesi guru untuk menyelesaikan masalah internal pendidikan terlebih dahulu.
Di samping perlindungan hukum, Kemendikdasmen juga fokus pada peningkatan kompetensi guru agar dapat mendidik siswa secara lebih humanis, menghindari hukuman fisik, dan menggunakan pendekatan yang lebih adaptif terhadap karakter siswa yang beragam.
Meskipun kesepakatan ini mengutamakan mediasi, tindakan kekerasan fisik oleh guru tetap dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.
Kesepakatan ini merupakan payung hukum tambahan di samping peraturan yang sudah ada, seperti UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mewajibkan pemerintah dan masyarakat memberikan perlindungan terhadap guru dalam menjalankan tugasnya. Tetapi aturan tersebut tidak berlaku terhadap kejahatan seksual di lingkungan sekolah.
Kesepakatan itu diuangkapkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada peluncuran Gerakan #RukunSamaTeman di Jakarta, Sabtu, 13 Desember 2025. Peluncuran tersebut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, perwakilan pelajar dari seluruh Indonesia dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube Cerdas Berkarakter.
Menciptakan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman.
Mu'ti mengatakan, gerakan itu merupakan tindak lanjut sekaligus arahan Presiden Prabowo dalam rangka menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Gerakan #RukunSamaTeman bukan sekadar formalitas, melainkan menyangkut gerakan bersama semua pihak dan melibatkan sebanyak mungkin kalangan.
“Karena pada dasarnya kita semua bisa hidup rukun, dapat hidup dalam lingkungan yang aman dan nyaman kalau kita saling menghormati antara satu dan yang lainnya,” tutur Abdul Mu’ti.
Ia pun menyatakan, Kemendikdasmen tengah melakukan berbagai upaya koordinasi lintas kementerian/lembaga dalam rangka mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Tujuannya, agar anak-anak Indonesia dapat belajar dengan penuh semangat dan mencapai cita-cita di masa depan.
“Kita berusaha berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak kita sehingga mereka bisa belajar dengan baik, belajar dengan penuh semangat untuk mencapai cita-cita mulia di masa depan yang cemerlang. Kita berusaha melahirkan generasi yang kuat, yang cerdas, dan berkarakter,” tandasnya.
Bullying Fisik Verbal dan Cyberbullying Harus Dihilangkan
Pada kesempatan tersebut, Raffi Ahmad, mengungkapkan, Gerakan #RukunSamaTeman ini benar-benar arahannya Pak Presiden Prabowo.
“Jadi benar-benar di zaman sekarang kita memang harus memerangi bullying ini bukan hanya verbalnya saja, fisiknya saja, tapi juga bahkan dari cyberbullying,” tutur Raffi.
Ia menambahkan, untuk mengajak anak hidup rukun bersama teman, guru dan orang tua perlu melakukan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.
“Saya selalu bilang dimana-mana, ilmu pendidikan itu penting, tapi ada yang jauh lebih penting yaitu ilmu adab dan kehidupan. Itu yang harus kita tanamkan kepada anak-anak generasi muda kita,” pungkasnya.
Momen peluncuran gerakan #RukunSamaTeman menjadi kebanggaan tersendiri untuk murid dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Papua Pegunungan jurusan Agrobisnis dan Agroteknologi, Fery Kipka, mewakili daerah terpencil dan sekolah di kawasan 3T. Dia diundang sebagai perwakilan untuk secara resmi menekan tombol peluncuran bersama Mendikdasmen.
“Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah kami memiliki program rutin untuk saling meningkatkan rasa kesetiakawanan diantara kami. Selain itu, saya juga mendorong semua generasi muda Indonesia untuk terus bersaing secara sehat dan membangun persahabatan dengan banyak perbedaan,” pungkas Fery.
Di dalam peluncuran gerakan #RukunSamaTeman juga dibacakan Deklarasi oleh 6 (enam) orang perwakilan murid yang menjadi pemantik bersama antar semua murid berbagai jenjang di Indonesia untuk terus mengembangkan budaya hidup rukun di sekolah.
Isi Deklarasi sebagai berikut: “Kami, murid-murid Indonesia, berjanji untuk menjunjung persahabatan yang sehat, saling menghormati perbedaan, menjaga keamanan dan kenyamanan sekolah, menolak kekerasan dan perundungan, serta mendukung teman yang lemah agar tidak tersisih. Kami berkomitmen membangun suasana sekolah yang menyenangkan, ramah, inklusif, dan penuh empati. Demi masa depan bersama, kami Rukun Sama Teman.”
Selain itu, Menteri Mu’ti turut menyerahkan apresiasi kepada pemenang sayembara tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Cerita Praktik Baik yang diselenggarakan oleh Puspeka di bulan Oktober tahun 2025 lalu.