Calon Jemaah Haji Ada yang Memilih Jalan-jalan daripada Ibadah Umrah Muthawif: "Eman Eman"
Menjelang puncak ibadah haji 1446 H yaitu wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, para calon jemaah haji (CJH) dari berbagai negara, termasuk Indonesia, telah tiba di Kota Makkah dan melaksanakan umrah wajib. Namun, ada satu peluang ibadah yang masih sering terlewatkan oleh jamaah: umrah sunnah.
Umrah Sunnah Bisa Dilakukan Kapan Saja dengan Biaya Murah
Selama masa tunggu wukuf, jamaah sebenarnya diperbolehkan melakukan umrah sunnah kapan saja. Biayanya pun sangat terjangkau. Cukup membayar transportasi menuju miqat terdekat, yaitu Masjid Tan’im, sekitar 7 km dari Masjidil Haram.
Taksi: Sekitar 10 Riyal Arab Saudi atau Rp 43 ribu per orang.
Bus umum: Sekitar 4 Riyal (Rp 18 ribu) pulang-pergi.
Sebagai perbandingan, umrah dari Indonesia bisa menghabiskan biaya antara Rp 25 juta hingga Rp 75 juta. Namun sayangnya, banyak jamaah tidak memanfaatkan peluang ibadah ini.
Banyak Jamaah Pilih Jalan-Jalan daripada Umrah Sunnah
Beberapa muthawif (pemandu ibadah) menyayangkan sikap sebagian jamaah yang lebih memilih berbelanja di pusat perbelanjaan, ikut city tour, atau membuat konten media sosial dibandingkan mengisi waktu dengan ibadah tambahan.
“Niat awal berangkat haji kan untuk ibadah, bukan jalan-jalan dan konten medsos,” ujar Suhaimi Nasir, muthawif asal Lombok yang sudah 10 tahun membimbing jamaah.
Menurut Suhaimi, hanya sedikit jamaah Indonesia yang benar-benar memanfaatkan waktu di Makkah untuk melaksanakan umrah sunnah lebih dari dua kali. Banyak dari mereka tidak mengetahui bahwa umrah sunnah sangat dianjurkan selama masa tunggu wukuf.
Masjid Tan’im: Lokasi Miqat Terfavorit Jamaah Haji Indonesia
Masjid Tan’im, yang juga dikenal sebagai Masjid Aisyah, merupakan lokasi miqat paling populer dan terdekat dari Masjidil Haram. Miqat adalah tempat untuk memulai ibadah umrah dengan mengenakan pakaian ihram dan membaca niat.
Lokasi: Sekitar 7 km di utara Masjidil Haram
Waktu tempuh: Sekitar 15 menit dengan mobil
Fasilitas: Area parkir luas, toilet, tempat mandi, dan ruang salat yang nyaman
Tan’im juga menjadi titik lalu lintas penting menuju Madinah. Supir taksi di kawasan ini biasa menawarkan tarif per orang, bukan per mobil. Sistem tawar-menawar masih lazim dilakukan di sini.
Petugas Haji Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan untuk Wukuf
Meskipun ibadah sunnah sangat dianjurkan, Petugas Haji Indonesia terus mengingatkan para jamaah untuk tetap menghemat tenaga dan menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah.
“Jangan sampai ibadah sunnahnya semangat, tapi ibadah wajibnya kehabisan tenaga,” ujar Akhmad Fauzin, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama.
Semua Jamaah Haji Wajib Mengikuti Wukuf, Termasuk yang Sakit
Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang wajib dilakukan. Tanpa wukuf, ibadah haji dianggap tidak sah. Oleh karena itu, semua jamaah — bahkan yang dalam kondisi sakit — tetap diberangkatkan ke Arafah.
“Seluruh jamaah Indonesia dalam kondisi apapun wajib ikut wukuf. Jamaah yang sakit akan didampingi tim medis,” kata Akhmad Fauzin kepada Ngopibareng.id, Minggu 18 Mei 2025.
Pada saat pelaksanaan wukuf, sirine ambulans sering terdengar di sepanjang jalan menuju Arafah, mengangkut jamaah sakit agar tetap bisa melaksanakan rukun haji yang sangat penting ini.