Calon Dirut KBS Gagal Penuhi Standar, DPRD Soroti Kurangnya Program Jelas dan Target Pengunjung
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono menuturkan, keputusan Walikota Surabaya Eri Cahyadi yang menolak nama-nama kandidat Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) karena tidak mempunyai target yang konkret, merupakan tindakan yang tepat.
“Walikota lebih visioner dibandingkan para calon Dirut KBS tersebut. Ketika mereka mendaftarkan diri sebagai calon Dirut KBS, harus paham KBS itu apa. Mengetahui sejarahnya seperti apa. Kemudian tujuannya apa didirikannya KBS dan fungsinya itu apa,” ucap Baktiono, Rabu 26 Februari 2025.
Lebih lanjut, politikus senior PDI Perjuangan ini juga mengatakan, walikota menginginkan KBS supaya lebih dapat menarik minat dari masyarakat. Hal ini seharusnya ditangkap oleh para kandidat Dirut KBS, lewat berbagai program yang konkret dengan target jumlah pengunjung yang jelas.
“Jadi kalau membuat program mau menjadikan KBS seperti apa, pengembangannya seperti apa, jangan lupa harus menarik minat pengunjung untuk datang dan berjubel. Kemudian target pendapatannya seperti apa,” tegasnya.
Namun, Baktiono mengingatkan kepada pemerintah kota untuk tidak melupakan fungsi KBS sebagai lembaga konservasi satwa dan tempat edukasi. Selain fungsinya sebagai tempat rekreasi dan wisata.
“Jangan kemudian para calon dirut ini asal mendaftar, karena berhasil di suatu tempat. Belum tentu 'kan berhasil di KBS. Dia harus mempunyai pengetahuan tentang flora dan fauna juga,” jelasnya.
Dirinya pun menerangkan, KBS sudah menjadi ikon kota Surabaya yang sudah dikenal sampai mancanegara. Sehingga seharusnya tidak terlalu sulit untuk menarik minat pengunjung, di tengah banyaknya wahana wisata modern yang tersebar saat ini.
“Kami di DPRD Surabaya meminta, KBS ini jangan seperti ini saja. Harus lebih wah, lebih istimewa lagi. Tempat rekreasi itu bisa dianggap sukses ketika pengunjungnya berjubel. Kemudian dilakukan pengembangan, yang kemudian pengembangan yang outputnya membuat pengunjung kembali berjubel,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menolak seluruh kandidat Dirut PDTS KBS. Karena dianggap tidak mempunyai program yang jelas dan target jumlah pengunjung.
"Tidak ada yang menunjukkan keberanian dari seorang dirut untuk mengatakan bahwa tahun pertama saya menjadi Dirut, maka KBS akan menjadi seperti ini, tidak ada. Tahun kedua saya menjadi Dirut akan menjadi seperti ini, tidak ada. Makanya kemarin diulang semua, nggak ada yang sesuai standar, visi-misi," ucap Eri.
Dirinya pun kecewa terhadap para kandidiat sebelumnya yang tidak bisa menjabarkan dengan rinci terkait mitigasi satwa. Sehingga proses rekrutmen harus diulang. Para calon Dirut KBS yang gagal, bisa kembali mengikuti rekrutment ulang tersebut.
"Dirut itu seharusnya bisa meningkatkan, ketika dia bisa dengan seperti ini, maka dia bisa meningkatkan pengunjung menjadi sekian. Dia bisa menambahkan edukasi, umpamanya menjadi sekian. Jadi ada yang pasti. Kalau nggak ada yang pasti, idenya mengambang, bagaimana kita menilai bahwa dia akan berhasil atau tidak," tegasnya.