Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Punya Kekayaan Rp 9,1 Miliar
Bupati Sukoharjo Etik Suryani sekarang giliran yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Etik diamankan lembaga anti-rasuah setelah diduga terlibat kasus pemerasan terhadap perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dikonfirmasi membenarkan bahwa tim penyidik melakukan penyelidikan tertutup di wilayah Soloraya, Jawa Tengah.
"Benar KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan penangkapan di wilayah Soloraya, Jawa Tengah," ujarnya Jumat 10 Juli 2026..
"Dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," tambahnya. Budi menjelaskan, seluruh pihak yang diamankan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta sebelum diberangkatkan ke Jakarta.
Suryani Diperiksa hingga Jumat pagi, Etik Suryani dibawa ke Mapolresta Solo pada Kamis 9 Juli 2026 malam. Ia menjalani pemeriksaan hingga Jumat 10 Juli 2026 pagi. Situasi di Mapolresta Solo terpantau normal tanpa pengamanan tambahan dari kepolisian selama proses pemeriksaan berlangsung.
Sekitar pukul 04.21 WIB, petugas KPK terlihat tiba di lobi Mapolresta Solo dengan membawa enam koper berwarna hijau serta sebuah berkas. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke lantai dua tempat pemeriksaan dilakukan.
Saat Digiring ke Jakarta Menjelang pagi, tepatnya pukul 05.40 WIB, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) tampak lebih dahulu meninggalkan ruang pemeriksaan melalui tangga. Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 05.43 WIB, Etik keluar dari lift bersama petugas KPK. Ia mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan vest hitam serta menutupi wajahnya menggunakan masker.
Saat dicecar pertanyaan awak media mengenai penangkapannya, Etik memilih diam tidak memberikan tanggapan. Setelah itu, ia langsung berjalan menuju bus yang juga mengangkut enam koper hijau dan sejumlah berkas. Kendaraan tersebut kemudian meninggalkan Mapolresta Solo sekitar pukul 05.43 WIB dengan tujuan Bandara Adi Soemarmo sebelum bertolak ke Jakarta.
Harta Kekayaan Etik Suryani
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 27 Maret 2026 untuk pelaporan periodik tahun 2025, total kekayaan Etik Suryani mencapai Rp 9.119.012.976.
Nilai aset terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp 4.893.000.000. Rinciannya meliputi: Tanah dan bangunan: Tanah seluas 358 meter persegi di Kabupaten Wonogiri senilai Rp 278.000.000 Tanah seluas 264 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp 1.406.000.000 Tanah dan bangunan seluas 264 meter persegi/150 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp 990.000.000 Tanah seluas 6.095 meter persegi di Kabupaten Wonogiri senilai Rp 999.000.000.
Juga tanah seluas 2.598 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp 855.000.000 Tanah seluas 209 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp 365.000.000. Kendaraan: Toyota Minibus tahun 1980 senilai Rp 98.000.000 Toyota Minibus tahun 1977 senilai Rp 125.000.000 Toyota Vellfire 2.4 A/T tahun 2010 senilai Rp 252.000.000. Harta lainnya: Harta bergerak lainnya senilai Rp 2.778.000.000 Kas dan setara kas senilai Rp 973.012.976.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani lahir di Solo pada 15 Maret 1963.
Sebelum terjun ke dunia politik, Etik berkarier di Bank Bumi Arta Tbk Surakarta sejak 1983 hingga 2010.
Karier politiknya kemudian membawanya terpilih sebagai Bupati Sukoharjo untuk periode 2021-2025. Pada Pilkada Serentak 2024, Etik kembali memenangkan pemilihan dan melanjutkan kepemimpinannya sebagai Bupati Sukoharjo untuk periode 2025-2030, diusung oleh PDI Perjuangan.