Bupati Jember Ultimatum Pangkalan LPG Nakal: Jual di Atas HET, Siap-siap Ditutup
Bupati Jember Gus Fawait mengeluarkan ultimatum keras kepada pangkalan LPG yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). Bersama Pertamina, pemerintah daerah menegaskan pelanggaran tersebut masuk kategori berat dan terancam sanksi hingga penutupan.
Gus Fawait menegaskan, persoalan yang terjadi bukan semata soal kelangkaan, melainkan praktik penjualan di atas harga resmi yang dinilai merugikan warga.
Temuan di lapangan menunjukkan adanya pangkalan yang nekat menjual LPG melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi ini memperparah beban masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil yang sangat bergantung pada LPG bersubsidi.
Gus Fawait menegaskan, praktik tersebut tidak bisa ditoleransi dan harus dihentikan segera.
“Yang bikin resah ini bukan cuma kelangkaan, tapi juga harganya. Banyak pangkalan yang menjual di atas HET,” tegasnya, Rabu, 15 April 2026.
Ia menilai, pelanggaran tersebut bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan bentuk penyimpangan serius dalam distribusi energi bersubsidi. Pemerintah daerah memastikan akan bertindak tegas tanpa kompromi.
Koordinasi dengan Pertamina menghasilkan kesepakatan bahwa sanksi berat akan dijatuhkan kepada pangkalan yang melanggar, mulai dari peringatan keras hingga pemutusan hubungan usaha.
Bahkan, Pertamina menegaskan penjualan di atas harga resmi masuk kategori pelanggaran berat yang bisa berujung pada penutupan pangkalan.
“Kalau terkait laporan tersebut, kami siap memberikan sanksi sesuai pelanggaran. Yang terberat bisa sampai pemutusan hubungan usaha atau ditutup,” jelas perwakilan Pertamina.
Gus Fawait kembali menegaskan bahwa harga LPG di tingkat pangkalan di Kabupaten Jember telah ditetapkan sebesar Rp18 ribu per tabung dan tidak boleh dilanggar dalam kondisi apapun.
Ia juga secara terbuka mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawasan dengan melaporkan pangkalan yang bermain harga. Pemerintah menyiapkan berbagai saluran pengaduan, termasuk layanan berbasis WhatsApp.
Menurutnya, laporan masyarakat akan langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan bersama Pertamina untuk memastikan kebenaran informasi.
“Kalau ada pangkalan yang menjual di atas Rp18 ribu, segera laporkan. Nanti kami akan turun langsung bersama Pertamina untuk mengecek,” ujarnya.
Di tengah situasi global yang turut memengaruhi sektor energi, termasuk ketegangan di Timur Tengah, Gus Fawait menegaskan tidak ada alasan bagi pangkalan untuk menaikkan harga di luar ketentuan.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan distribusi LPG harus tetap berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Penindakan tegas ini menjadi bagian dari upaya menjaga keadilan bagi masyarakat.
Gus Fawait bahkan menegaskan kesiapannya turun langsung ke lapangan untuk menindak pangkalan yang membandel.
“Saya minta masyarakat bantu laporkan, insyaallah saya akan turun langsung bersama Pertamina Jember untuk memastikan harga sesuai ketentuan,” pungkasnya.