BPBD Banyuwangi Distribusi Air Bersih ke 11 Desa Terdampak Musim Kemarau
Musim kemarau mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Banyuwangi. Sebanyak sebelas desa di empat kecamatan mulai mengalami kekeringan. BPBD Kabupaten Banyuwangi bersama instansi terkait lainnya secara rutin menyuplai air bersih ke desa-desa yang terdampak.
Kalaksa BPBD Kabupaten Banyuwangi, Partana, mengatakan, sebelas desa yang mengalami kekeringan itu tersebar di Kecamatan Pesanggaran, Bangorejo, Tegaldlimo, dan Cluring.
Menurutya, wilayah Tegaldlimo menjadi kecamatan dengan jumlah desa terdampak kekeringan paling banyak. Ada tujuh desa di wilayah tersebut yang mengalami krisis air. Yakni Desa Kendalrejo, Kedungwungu, Kaliwungu, Purwoagung, Kedungasri, Wringinpitu, Tegaldlimo, dan Kalipait.
Di wilayah Kecamatan Cluring, terdapat dua desa yang mengalami kekeringan, yakni Tamanagung dan Sarimulyo. Sedangkan dua desa berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dan Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.
Pengiriman air bersih dilakukan secara rutin di desa-desa terdampak kekeringan. Hingga Senin, 24 Agustus 2026, BPBD Banyuwangi telah menyuplai air bersih sekitar 343 ribu liter atau setara 69 tangki ke daerah terdampak kekeringan.
"Pengiriman air bersih dilakukan secara kolaborasi antar OPD (organisasi perangkat daerah) dan jajaran lain. Antara lain oleh BPBD, PUDAM, Damkarmat, PMI, Kodim, dan Bank Jatim," kata Partana, Selasa, 25 Agustus 2026.
Selain menyuplai air bersih, BPBD juga membantu warga untuk menyiapkan fasilitas pendukung sumber air. Dia mencontohkan, di salah satu desa, BPBD membantu warga menyiapkan prasarana untuk menarik air dari salah satu sumur warga yang masih berfungsi baik.
"Air dari sumur tersebut kemudian disalurkan ke tandon-tandon yang ada sehingga bisa dimanfaatkan oleh lebih dari 40 kepala keluarga di sana," katanya.
Dia menyebut, potensi kekeringan meluas ke desa-desa lain masih ada. Sebab, kata dia, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang akibat adanya fenomena alam el nino. Pada musim kemarau tahun 2026 ini, menurutnya, terpetakan ada 17 wilayah kecamatan berisiko mengalami kekeringan. Kendari demikian, BPBD memastikan masih mampu untuk menyuplai air bersih apabila kekeringan terus meluas
“Dari 17 kecamatan, ini sudah mulai 4 kecamatan ini," terangnya.