BNPB: Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Belum Dibongkar karena Diduga Masih Ada Santri Hidup
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi robohnya pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 1 Oktober 2025.
Dalam kunjungan itu, Suharyanto menyampaikan alasan utama tim SAR gabungan belum membongkar reruntuhan dengan alat berat karena masih ada indikasi sejumlah santri bertahan hidup di bawah puing bangunan.
“Kami prioritaskan penyelamatan korban yang masih hidup. Evakuasi jenazah baru dilakukan setelah yang selamat bisa dikeluarkan,” ujar Suharyanto dikutip di laman bnpb, Kamis 2 Oktober 2025.
Kehadiran Kepala BNPB di lokasi merupakan perintah langsung Presiden RI Prabowo Subianto, yang sekaligus menitipkan ucapan bela sungkawa dan doa bagi para korban serta keluarga.
91 Santri Diduga Masih Tertimbun
Gedung empat lantai Ponpes Al Khoziny yang roboh diduga akibat kegagalan konstruksi. Berdasarkan daftar absensi, sebanyak ±91 santri masih diduga tertimbun. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi sekitar 100 orang, dengan rincian tiga meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka berat maupun ringan.
Hingga Rabu sore 1 Oktober, data korban yang dirawat tersebar di sejumlah rumah sakit, di antaranya:
RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo: 39 pasien (5 luka berat, 32 luka ringan, 2 meninggal).
RS Siti Hajar: 53 pasien (9 luka berat, 42 luka ringan, 1 dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto, 1 meninggal).
RS Delta Surya: 6 pasien (5 luka berat, 1 luka ringan).
RS Sheila Medika: 1 pasien (sudah pulang).
RS Unair: 1 pasien rawat inap.
Strategi SAR Manual untuk Selamatkan Korban Hidup
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar, TNI, Polri, PMI, hingga relawan menggunakan metode manual untuk membuka akses ke titik-titik korban. Hal ini dilakukan karena bangunan dinilai rapuh dan berisiko runtuh kembali jika menggunakan alat berat.
“Kami berupaya membuat jalur untuk memberikan suplai makanan dan oksigen kepada korban yang masih hidup, sembari mencari akses evakuasi paling aman,” jelas Kepala BNPB.
Dukungan Logistik dan Dana Siap Pakai
BNPB telah menyalurkan bantuan awal berupa paket sembako, tenda, matras, selimut, tikar, hingga hygiene kit untuk keluarga korban. Selain itu, BNPB juga menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) guna mendukung operasi SAR serta pemulihan sarana prasarana.