BMKG Sebut Siklon Tropis GRANT dan Kewaspadaan di Akhir Tahun
Akhir tahun ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut lahirnya Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia. Untuk itu masyarakat diminta untuk waspada. Pusaran badai ini terdeteksi berada di sebelah barat daya Lampung, sekitar 1.000 kilometer dari Tanjung Karang.
Siklon Tropis Grant bukanlah fenomena yang muncul tiba-tiba, Siklon ini merupakan hasil dari proses Bibit Siklon 93S yang telah terpantau secara maraton sejak 11 Desember lalu saat masih berada di selatan Jawa Timur. Meski saat ini Siklon grant berada pada Kategori 1 dengan kecepatan angin 65 km/jam dan bergerak menjauhi daratan Indonesia, BMKG memperingatkan bahwa hal ini bukan berarti tanpa risiko.
"Siklon ini memberikan dampak tidak langsung, terutama pada peningkatan tinggi gelombang laut," tulis BMKG dalam keterangan resminya. Masyarakat di pesisir barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, hingga sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa diminta waspada terhadap gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Prediksi 24 jam ke depan menunjukkan grant akan semakin perkasa menjadi Kategori 2, dengan hembusan angin mencapai 95 km/jam sembari terus berayun ke arah barat-barat laut.
Kelahiran Siklon GRANT mempertegas pernyataan Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam konferensi pers Climate Outlook 2026. Ia menjelaskan bahwa bulan November dan Desember adalah masa yang sangat krusial karena adanya fenomena overlapping atau tumpang tindih musim siklon antara Belahan Bumi Utara dan Selatan.
"Siklon tropis berbeda dengan iklim musiman. Ia tidak bisa diprediksi tahunan, hanya dalam rentang waktu pendek, biasanya tiga hari hingga sepekan sebelum terbentuk," jelas Guswanto.
Ia mencontohkan betapa destruktifnya fenomena ini melalui jejak Siklon Tropis Senyar yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada November lalu. Meski Siklon GRANT kali ini menjauh, pola cuaca ekstrem serupa tetap mengintai di penghujung tahun. BMKG meminta para pelaku pelayaran dan masyarakat pesisir untuk tidak meremehkan kenaikan gelombang ini. Koordinasi dengan BPBD setempat sangat disarankan bagi warga yang tinggal di zona rawan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu merujuk pada kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG, media sosial @infoBMKG, atau menghubungi call center 196. Melansir Instagram @infobmkg bibit siklon adalah fase awal pembentukan siklon tropis yang ditandai dengan kecepatan angin berkisar antara 15 hingga 34 knot. Pada tahap ini, sistem cuaca masih dalam proses pengorganisasian dan belum mencapai kekuatan penuh layaknya siklon tropis. Menariknya, bibit siklon tropis ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi badai yang jauh lebih besar dan berbahaya. Jika kondisi atmosfer mendukung, bibit ini akan terus tumbuh menjadi siklon tropis dengan kecepatan angin 35 knot atau lebih.
Semakin kuat anginnya, semakin terorganisir pula struktur badai yang terbentuk hingga dapat membentuk struktur mata badai yang khas. Berbeda dengan bibit siklon, siklon tropis yakni badai raksasa yang sudah terbentuk sempurna di atas lautan dengan dampak yang sangat meluas.
Dari segi skala, siklon tropis adalah fenomena cuaca yang terjadi di atas laut hangat dengan dampak yang sangat luas dan merusak. Durasi siklon tropis juga jauh lebih panjang dibandingkan fenomena cuaca lainnya. Berdasarkan informasi dari BMKG, siklon tropis dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama, dengan rata-rata durasi berkisar antara 3 hingga 18 hari. Selama periode tersebut, siklon dapat terus bergerak melintasi perairan dan menimbulkan dampak signifikan pada wilayah yang dilaluinya.
Penulis: Nurul Huda