BMKG: Nelayan Diminta Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Selatan Jawa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang berbahaya di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Peringatan ini berlaku mulai 4 hingga 7 September 2025.
Menurut BMKG, gelombang laut dengan kategori sedang (1,25 – 2,5 meter) diperkirakan terjadi di 11 wilayah perairan Indonesia, sementara gelombang dengan kategori tinggi (2,5 – 4,0 meter) juga berpotensi muncul di 11 wilayah perairan lainnya.
Daftar Wilayah Terdampak
Gelombang sedang (1,25 – 2,5 m):
Perairan Barat Lampung
Perairan Selatan Banten
Perairan Selatan Jawa Barat
Perairan Selatan Jawa Tengah
Perairan Selatan Jawa Timur
Perairan Selatan Bali
Perairan Selatan NTB
Perairan Selatan NTT
Selat Bali bagian selatan
Selat Lombok bagian selatan
Selat Sumba
Gelombang tinggi (2,5 – 4,0 m):
Samudra Hindia Barat Lampung
Samudra Hindia Selatan Banten
Samudra Hindia Selatan Jawa Barat
Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah
Samudra Hindia Selatan Jawa Timur
Samudra Hindia Selatan Bali
Samudra Hindia Selatan NTB
Samudra Hindia Selatan NTT
Laut Sawu
Laut Timor selatan NTT
Perairan Selatan Pulau Sumba
Imbauan Keselamatan
BMKG mengimbau agar masyarakat, terutama nelayan, operator kapal, dan wisatawan yang beraktivitas di laut, meningkatkan kewaspadaan. Kapal nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal besar seperti kargo dan pesiar disarankan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
“Gelombang laut tinggi dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca maritim BMKG,” tulis pernyataan resmi BMKG.
Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat pesisir dan pelaku transportasi laut diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di wilayah perairan terdampak.