BMKG Juanda Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Jatim, Ini Penyebabnya
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di Jatim periode, 11-20 Januari 2026.
Potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi disebabkan dinamika atmosfer. Antara lain, aktifnya monsun Asia, adanya pola pertemuan angin serta adanya gangguan atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jatim.
Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Tak hanya itu, sudah disampaikan sebelumnya di Jawa Timur berpotensi terjadi peningkatan curah hujan menyerupai curah hujan yang menyebabkan banjir bandang di Sumatera.
Melihat ini, Agatha Mayasari menjelaskan, memang ada potensi pembentukan siklon. Di mana, saat ini gerak semu matahari berada di belahan bumi Selatan sehingga potensi adanya pembentukan daerah tekanan rendah atau siklon masih tinggi.
"Saat ini bibit siklon terpantau di Selatan Jawa dan bagian Utara Australia sehingga membentuk pola angin konvergensi di wilayah Utara Jatim sehingga mendukung pembentukan awan di wilayah Jatim," kata Agatha kepada Ngopibareng.id, Selasa, 13 Januari 2026.
Karena itu, ia mengatakan, pemerintah dan masyarakat perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi dampak dari peningkatan curah hujan yang terjadi.
"Cuaca ekstrem yang terjadi saat puncak musim hujan harap diwaspadai hujan dengan durasi yang lama yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor, hujan lebat yang disertai angin kencang sesaat seperti puting beliung dan microburst, serta hujan es," pungkasnya.