BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur: Hujan Lebat, Banjir dan Tanah Longsor
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 20–29 Oktober 2025. Cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, angin puting beliung, hujan es, hingga hujan berintensitas sedang hingga lebat.
Wilayah di Jawa Timur yang Berstatus Waspada
BMKG menyebutkan setidaknya 33 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk dalam daftar wilayah rawan cuaca ekstrem, di antaranya:
Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri (kabupaten/kota), Lamongan, Lumajang, Madiun (kabupaten/kota), Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo (kabupaten/kota), Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Surabaya, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
Wilayah bertopografi pegunungan, tebing curam, dan lereng disebut berpotensi mengalami tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, serta jarak pandang terbatas akibat hujan lebat dan angin kencang.
Pemicunya: MJO, Rossby, Kelvin, dan Suhu Laut Hangat
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur dalam sepekan ke depan disebabkan oleh beberapa fenomena atmosfer.
“Saat ini sebagian wilayah Jawa Timur berada pada masa pancaroba, sementara sebagian lainnya telah memasuki awal musim hujan. Dalam sepekan ke depan diprediksi terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Fenomena pemicu cuaca ekstrem tersebut antara lain:
Madden-Julian Oscillation (MJO)
Gelombang Rossby
Gelombang Kelvin
Suhu muka laut yang hangat di sekitar Selat Madura
Kondisi tersebut memicu pembentukan awan konvektif yang menyebabkan hujan intensitas sedang–lebat disertai angin kencang dan petir.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah bantaran sungai, daerah rawan longsor, dan kawasan dengan banyak pepohonan, agar meningkatkan kewaspadaan. Dampak yang mungkin terjadi meliputi:
Banjir dan banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin dan jarak pandang menurun akibat hujan deras
Selain itu, BMKG meminta pemerintah daerah, relawan kebencanaan, dan instansi teknis untuk siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara mendadak selama periode peringatan dini ini.