BMKG: Gelombang Tinggi 1,25–4 Meter 8–11 Desember 2025, Waspada di Perairan Laut Selatan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi berlaku mulai Senin 8 Desember 2025 hingga Kamis 11 Desember 2025. Sejumlah perairan Indonesia diprediksi mengalami peningkatan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 4 meter akibat pengaruh cuaca ekstrem.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh bibit siklon tropis 93W yang terbentuk di utara Papua Barat Daya. Sistem ini terpantau di Laut Filipina dan berdampak pada peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang di berbagai wilayah perairan Indonesia.
“Pola angin di Indonesia bagian utara bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4–25 knot, sedangkan di Indonesia bagian selatan bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–30 knot,” tulis BMKG melalui Instagram, Minggu 7 Desember 2025.
BMKG juga mengingatkan bahwa gelombang 1,25 meter dengan angin 15 knot sudah berisiko bagi pelayaran perahu nelayan. Sementara gelombang 2,5 meter dengan angin 21 knot dapat membahayakan pelayaran kapal feri dan kapal ukuran menengah.
Daftar Wilayah Terdampak Gelombang Tinggi 8–11 Desember 2025
Potensi Gelombang 1,25–2,5 Meter
Selat Malaka bagian utara
Samudra Hindia barat Nias
Samudra Hindia Kepulauan Mentawai
Samudra Hindia barat Bengkulu
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur
Samudra Hindia selatan Bali, NTB, dan NTT
Selat Karimata bagian utara dan selatan
Laut Jawa bagian tengah dan timur
Selat Makassar bagian utara dan selatan
Laut Sulawesi bagian barat
Laut Maluku
Samudra Pasifik utara Maluku
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua
Potensi Gelombang 2,5–4,0 Meter
Laut Natuna Utara
Samudra Pasifik utara Papua
Imbauan BMKG
BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, dan jasa transportasi laut untuk terus memperbarui informasi cuaca maritim. Aktivitas pelayaran di wilayah dengan gelombang tinggi diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan rute perjalanan.
Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta berhati-hati terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang dapat dipicu oleh gelombang tinggi.