Berkat Wadul Guse, Dinsos Jember Tangani Kasus Stunting di Sumbersari dengan Cepat
Program inovatif Wadul Gus’e kembali membuktikan efektivitasnya sebagai jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah di Jember.
Contohnya, melalui kanal aduan tersebut, tim Pemkab Jember bisa bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait kasus kekurangan gizi atau stunting di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember.
Kasus kekurangan gizi atau stunting awalnya dilaporkan oleh Bayu Satriya Hasani, warga Lingkungan Sumbersalak RT 1 RW 4, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Ia melaporkan kondisi anak ketiganya yang berusia sekitar 15 bulan mengalami stunting akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Bayu berterus terang bahwa dirinya yang hanya pekerja serabutan kurang memenuhi kebutuhan gizi anak ketiganya.
“Pekerjaan saya serabutan, kadang dapat, kadang tidak. Jadi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak kadang kurang maksimal,” ungkapnya, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jember Akhmad Helmi Luqman, mengatakan, aduan segera ditindaklanjuti. Pada Jumat, 17 Oktober 2025 tim gabungan dari Pemerintah Kelurahan Kranjingan bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember, Puskesmas Sumbersari dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) langsung melakukan kunjungan lapangan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, anak Bayu rutin menjalani kontrol ke dokter spesialis anak setiap dua minggu sekali dan terus dipantau oleh kader posyandu setempat.
“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan terakhir berat badan anaknya mulai naik. Artinya, kondisi gizinya berangsur membaik,” katanya.
Selain pendampingan medis, Dinas Sosial juga memberikan dukungan ekonomi bagi keluarga tersebut. Dinas Sosial Jember mendorong agar Bayu kembali menjalankan usaha laundry yang sempat berhenti atau mencoba membuka usaha baru, seperti berjualan secara daring.
“Kami siap membantu dan mendampingi jika ada kendala dalam proses usaha. Warga bisa menghubungi kami melalui kontak resmi Dinsos,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Ica Ghea Hernawati menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam penanganan cepat kasus ini. Melalui Wadul Guse, aduan warga bisa langsung ditindaklanjuti tanpa birokrasi panjang.
“Kecepatan penanganan secara cepat kasus kekurangan gizi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Ica menilai inovasi Wadul Gus’e yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember kini menjadi salah satu sarana efektif memperkuat partisipasi publik. Saluran Waduk Gus’e bagi Kelurahan Kranjingan telah menjadi kanal aduan sekaligus media komunikasi yang responsif dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk stunting dan kesejahteraan keluarga.
Dengan kolaborasi lintas instansi ini, Pemerintah Kelurahan Kranjingan berharap ke depan tidak ada lagi kasus serupa yang terlambat tertangani.
“Kami akan terus berkoordinasi agar setiap laporan masyarakat mendapat respon cepat dan solusi nyata,” tuturnya.