Berencana Perang Sarung, Remaja Asal Lamongan Terjerat Jebakan Tikus Beraliran Listrik
Nasib malang menimpa Muhammad Andhiko Tangguh Pradana, 16 tahun, warga Desa Canditunggal, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Ia ditemukan tewas akibat tersengat aliran kawat listrik jebakan tikus, di sawah milik warga Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Jumat 7 Maret 2025 dinihari.
Sawah tersebut milik Anam, warga setempat, tetapi disewa Rokayi, asal desa tetangga, Desa Dibee. Sedang Rokayi sendiri mengelola sawah sewaan itu bekerjasama dengan Kartawi, warga Desa Butungan, Kecamatan Kalitengah lewat sistem garap bagi hasil.
Tewasnya korban tidak seperti umumnya kejadian yang sudah-sudah. Seperti petani yang berkepentingan dengan budidaya pertaniannya. Tetapi, nasib nahas korban diduga karena mengamankan diri setelah berlari menghindari perang sarung antar remaja.
Saat ditemukan tubuh korban masih dalam keadaan lemas. Hanya sudah tidak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan di Puskesmas terdekat, tetapi nyawanya masih saja.tidak tertolong.
Keterangan diperoleh ngopibareng.id menyebutkan, kejadiannya berawal Kamis 5 Maret 2025. Sekitar pukul 21.00 WIB setelah sholat tarawih, korban bersama beberapa temannya berkumpul di rumah.
Selanjutnya, sekitar pukul 23.30 WIB, korban dihubungi salah seorang remaja asal Desa Butungan, Kecamatan Kalitengah melakui pesan singkat whatsap.
Isi pesan tersebut tentang ajakan untuk memeriahkan acara perang sarung di tanggul Bengawan Solo turut tanah Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah. Tanpa keberatan korban bersama temannya langsung berangkat.
Mereka berangkat naik motor menuju sebuah warung di Desa Butungan, dan ternyata di warung tersebut sudah ditunggu sekitar delapan anak desa setempat. Setelah itu mereka bergeser menuju masjid.
Sesampainya di masjid dan memarkir motor, semua berjalan kaki menuju tanggul sungai Bengawan Solo yang berjarak 500 meter. Ternyata di atas tanggul bengawan terdapat sekitar 25 anak Desa Pengangsalan yang sudah menunggu.
Selang 15 menit, ada seorang warga Desa Butungan mengendarai Honda Scoopy. Dari kejauhan orang tersebut sering menyalakan lampu dim. terus-terusan. Kadang lampu jarak jarak dekat dan jauh.
Rupanya, apa yang dilakukan pemotor itu membuat ketakutan rombongan anak-anak tersebut. Spontan mereka semburat berlarian.
"Saat itu lah nahas dialami korban. Korban yang berlari ke arah sawah, ternyata tersangkut kawat beraliran listrik jebakan tikus. Saat itu juga korban lemas," kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Hamzaid.
Informasinya, lanjut Ipda Hamzaid, korban sempat ditolong oleh Muhammad Andhika Tangguh Pradana, 16 tahun saudara kembarnya. Tubuh korban sempat ditarik, ternyata sudah tidak sadarkan diri.
"Saat itu juga korban diangkat oleh temannya ke atas sepeda motor untuk dibawa ke Puskesmas Kalitengah. Selanjutnya mereka lapor ke polsek," imbuhnya.
Adapun hasil visum tim medis menyebutkan, pada tubuh korban tidak ditemukan luka bekas tanda-tanda penganiayaan. Hanya, lecet pada pergelangan tangan kanan dan kaki. Selain itu, pada rusuk depan juga lecet akibat sengatan kabel listrik.
"Pihak keluarga korban menerima.k3jadian ini sebagai musibah. Orang tuanya membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi. Tentu ditukis di atas kertas bermaterai,” pungkas Ipda Hamzaid.