Berdoa Jadi Milyarder, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Allah itu memerintahkan manusia berdoa kepada-Nya. “Bolehkah kalau manusia meminta kepada-Nya hal-hal di luar kewajaran seperti meminta kekayaan yang melimpah? Mohon penjelasannya”.
Demikian Halimudin Syarif, warga Candi Lontar, Surabaya, pada ngopibareng.id.
Allah memang memerintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya. Demikian Ustadz Alhafidz Kurniawan, memulai penjelasannya menanggapi masalah ini. Berikut penjelasan selengkapnya:
Allah SWT sangat “gembira” sekali atas doa dan permintaan hambanya. Bahkan kita diperkenankan meminta apa saja. Semoga Allah mengabulkan permohonan makhluk-Nya. Karenanya Rasulullah SAW membaca doa hampir dalam segala aktivitas hariannya. Karenanya tidak heran kalau banyak sekali doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Hanya saja Rasulullah SAW memberikan batasan perihal doa. Ada baiknya berdoa secara wajar. Dalam arti berdoa dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang jelas. Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa suatu saat nanti ada umatnya yang berdoa memohon hal-hal yang berlebihan.
Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud sebagai berikut. “Dari Abdullah bin Mughaffal RA, ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Akan ada sekelompok di tengah umatku yang berlebihan dalam bersuci dan berdoa,’’” (HR Abu Dawud).
Hadits ini kemudian diuraikan antara lain oleh Syekh Abdullah As-Syarqawi. Menurutnya, bersuci dan berdoa mesti memerhatikan aspek kewajaran. Artinya, bersuci sesuai keperluan dan berdoa dengan permohonan yang wajar kepada Allah SWT.
Demikian keterangan Syekh Abdullah As-Syarqawi. “Untuk yang kedua (berlebihan dalam berdoa) contohnya permohonan kepada Allah untuk dianugerahi derajat kenabian; dianugerahi harta melimpah yang tidak mungkin terwujud (menurut kalkulasi matematik) dari praktik bisnis tertentu; atau berdoa dengan suara yang terlampau keras,” (Lihat Syekh Abdullah As-Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatit Thullab, Beirut, Darul Fikr, 2006 M/1426-1427 H, juz I, halaman 60).
Penjelasan Syekh Abdullah As-Syarqawi ini menurut hemat kami cukup menjawab pertanyaan di atas. Meskipun tidak ada larangan perihal doa menjadi milyarder, namun doa seperti ini secara akhlak telah keluar dari batasan berdoa menurut tuntunan Rasulullah SAW.
Hadits ini bukan berarti menghalangi umat Islam untuk menjadi kaya raya. Tetapi hadits ini lebih memberikan panduan agar bersuci dan berdoa secara wajar. Islam menganjurkan Muslim untuk mengelola kekayaan dan mengembangkan bisnis dan tidak lupa pada kewajiban zakat.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq. (adi/nuo)