Berantas Judi Merpati, Satpol PP Tertibkan Tujuh Bekupon di Gubeng Masjid Surabaya
Satpol PP Kota Surabaya membongkar sebanyak tujuh bekupon atau rumah burung merpati di kawasan Jalan Gubeng Masjid. Pembongkaran tersebut merupakan adalah bentuk giat dalam menekan aktivitas perjudian di Kota Pahlawan, salah satunya di area perkampungan.
Kasie Trantibum Kecamatan Tambaksari, Djoko Susilo mengatakan, sebanyak tujuh bekupon milik warga dibongkar oleh petugas karena disinyalir menjadi sarana perjudian. Pembongkaran bekupon-bekupon tersebut juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya adalah Polsek Tambaksari serta Koramil Tambaksari.
Djoko menjelaskan, penertiban gabungan yang dilakukan merupakan tindak lanjut atas aduan warga terkait adanya indikasi ajang perjudian oleh warga di wilayah tersebut. Satpol PP Surabaya lalu bergerak membongkar bekupon yang berada di sepanjang bantaran sungai, maupun yang berada di atas rumah warga.
“Kami tindaklanjuti aduan warga tersebut, penertiban ini kami lakukan dengan melakukan pembongkaran pada beberapa bekupon yang ada di wilayah Gubeng Masjid ini,” ucap Djoko, Jumat 7 Maret 2025.
Sebelum dilakukan pembongkaran, Satpol PP bersama perangkat wilayah setempat telah melayangkan surat peringatan, serta melakukan sosialisasi kepada para pemilik rumah burung merpati tersebut.
“Tanggal 24 Februari 2025, kami sudah berikan surat peringatan secara tertulis yang disampaikan oleh pihak RW melalui pendekatan kepada warga. Selanjutnya kami lanjutkan dengan surat peringatan kedua, yang kami berikan tanggal 26 Februari lalu,” paparnya.
Alhasil, sebanyak tujuh bekupon berhasil di tertibkan. Empat di antaranya diturunkan secara mandiri oleh warga. “Sisanya, sebanyak tiga bekupon dibantu oleh petugas untuk diturunkan,” ujar dia.
Bekupon yang ditertibkan itu memiliki ukuran yang bermacam-macam. Seperti berukuran 3x4 meter persegi, maupun 4x6 meter persegi. “Bahkan ada rumah burung merpati yang memiliki tinggi hampir tiga tingkat,” tambahnya.
Dengan adanya giat tersebut, ia berharap warga tidak lagi mendirikan bekupon di wilayah tersebut. Sehingga tidak memicu munculnya ajang perjudian di wilayah perkampungan.
“Kami berharap agar perjudian merpati ini tidak ada lagi, supaya generasi muda kita ini dapat menjadi generasi muda yang sehat dan memiliki karakter yang baik,” pungkasnya.