Banjir Bandang Sungai Lubawang, Kerugian di Situbondo Capai Rp15 Miliar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Situbondo mencatat kerugian akibat banjir bandang luapan Sungai Lubawang yang terjadi pada Rabu malam, 21 Januari 2026, mencapai sekitar Rp15 miliar. Angka tersebut berasal dari kerusakan fasilitas umum, infrastruktur, lembaga pendidikan, hingga ribuan rumah warga yang terendam banjir.
Kepala BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah. Pasalnya, proses pendataan kerusakan akibat banjir bandang hingga kini masih terus dilakukan oleh tim BPBD.
“Jumlah kerugian sekitar Rp15 miliar ini memang belum final. BPBD Situbondo masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak banjir bandang luapan Sungai Lubawang Bungatan,” ujar Timbul Surjanto, Rabu, 28 Januari 2026.
Mantan Kepala Dinas Sosial Situbondo itu menjelaskan, kerugian sementara tersebut didominasi oleh kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, bangunan lembaga pendidikan, serta rumah warga yang terdampak banjir bandang. Kerusakan tersebut tersebar di enam kecamatan di wilayah Kabupaten Situbondo.
“Kerugian itu berasal dari kerusakan jalan, jembatan, sekolah, dan rumah warga. Belum termasuk kerusakan lahan pertanian dan sawah yang juga terdampak genangan banjir,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah melakukan normalisasi Sungai Lubawang untuk mencegah luapan susulan. Selain itu, sejumlah jembatan darurat juga dibangun untuk menggantikan jembatan yang rusak dan putus akibat derasnya arus banjir bandang.
Tak hanya fokus pada pendataan kerusakan, BPBD Situbondo juga terus melakukan pemerataan bantuan bagi warga terdampak. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah desa dan kecamatan agar aktif menyampaikan data wilayah yang masih belum tersentuh bantuan.
“Kami membutuhkan masukan dari pemerintah desa dan kecamatan, wilayah mana saja yang warganya terdampak banjir bandang tetapi belum mendapatkan bantuan, baik sembako maupun bantuan lainnya,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD, banjir bandang luapan Sungai Lubawang mengakibatkan 7.435 rumah warga terendam banjir. Ribuan rumah tersebut tersebar di Kecamatan Besuki, Bungatan, Banyuglugur, Kendit, Mlandingan, dan Jatibanteng.
Selain permukiman warga, banjir bandang juga merendam 21 sekolah tingkat SD dan SMP. Dampaknya, sejumlah pagar tembok sekolah ambruk dan belasan jembatan mengalami kerusakan bahkan putus, sehingga mengganggu akses transportasi warga.
BPBD Situbondo memastikan proses penanganan bencana dan pendataan kerugian akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar tertangani secara menyeluruh.