Awan Panas Guguran Gunung Merapi Capai 2 Km, Warga Diminta Menjauh
Awan panas guguran (APG) kembali terjadi di Gunung Merapi pada Sabtu 29 Agustus 2026 pagi. Berdasarkan hasil pemantauan, awan panas guguran tercatat meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau menuju hulu Kali Sat/Putih.
Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.18 WIB. Awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dengan durasi 142,28 detik.
Selain awan panas guguran, petugas juga mengamati lima kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada di wilayah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, yang mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Pada periode pengamatan, Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Asap kawah nihil. Kondisi cuaca cerah hingga mendung dengan angin tenang menuju barat.
Suhu udara di sekitar Gunung Merapi berada pada kisaran 15,4-16,6 derajat Celsius, dengan kelembapan 59,9-65 persen dan tekanan udara 874,8-918,8 mmHg.
Aktivitas kegempaan juga masih terpantau. Tercatat 35 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan durasi 38,95-166,7 detik.
Selain itu, tercatat 14 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-27 mm, S-P 0,3-0,5 detik, serta durasi 13,75-50,38 detik.
Potensi Bahaya Gunung Merapi
Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada sektor selatan-barat daya.
Sektor tersebut meliputi Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal 7 kilometer.
Sementara itu, sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.
Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam wilayah yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.
Warga Diminta Jauhi Daerah Bahaya
Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya Gunung Merapi. Warga juga diminta menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi dari pihak berwenang.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama ketika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.
Selain itu, warga di wilayah terdampak diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Merapi.
Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali oleh pihak berwenang.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi dan rekomendasi resmi terkait aktivitas Gunung Merapi serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Advertisement