Asyiknya Masyarakat Menikmati Buka Puasa Gratis Unesa
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menuntaskan kegiatan bagi-bagi makanan buka bersama gratis selama bulan Ramadan 1447 H atau 2026, Sabtu, 14 Maret 2026. Selama hampir satu bulan, total puluhan ribu makanan dan minuman dibagikan kepada masyarakat.
Hari terakhir tak kalah ramai dengan sebelum-sebelumnya. Kendati menjelang akhir bulan puasa ribuan masyarakat termasuk mahasiswa menikmati takjil gratis.
Menunya bukan kaleng-kaleng, selain nasi dan lauk, ada pula pelengkap seperti buah dan roti. Setiap sajian ini disiapkan langsung oleh pelaku UMKM dibantu civitas akadamika. Masyarakat pun bisa menikmati takjil tersebut di tenda dengan hiburan live music dan sosialisasi cabang olahraga domino.
Fahrizal salah satu warga mengaku, sudah beberapa kali mampir ketika ada kegiatan pekerjaan di sekitar Unesa.
"Enak sekali karena sudah dapat makan gratis ada hiburannya juga. Semoga ini dapat dilanjutkan terus," kata Rizal.
Wakil Rektor II Unesa, Prof Bachtiar Syaiful Bachri, mengatakan, program takjil gratis ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun sejak 2014 lalu.
Melihat antusiasme, Bachtiar mengaku, masyarakat selalu menyambut baik program tersebut. Bahkan,Β tahun ini setiap hari ada 4.000 porsi makanan disiapkan.
"Luar biasa, antusias dari tahun ke tahun meningkat. Ini terbukti dari jumlah porsi yang kita layani mulai pada awal tahun 2015-an yang awal itu kita baru menyediakan sekitar 500-an gitu ya. Tapi tiap tahun meningkat 1.000, 1.500, 2.000 sampai sekarang rata-rata 4.000 sampai 4.500 porsi yang kita siapkan," kata Bachtiar.
Meski dalam jumlah besar, ia menegaskan tidak ada kesulitan dalam penyiapan hingga pembagian takjil karena melibatkan UMKM dan seluruh civitas akademika. Melalui kegiatan ini, Bachtiar mengatakan, Unesa ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat dan mahasiswa.
Sementara itu, Prof Dwi Cahyo Kartiko selaku Warek IV Unesa lebih detail menambahkan, selama periode pembagian takjil gratis tahun ini menggunakan banyak bahan. Antara lain beras yang digunakan 7,7 ton, daging sapi 3,3 ton, telur 1,2 ton, tahu tempet 17,6 ton, buah 16,2 ton, kurma 2,67 ton, air minum 2.062 kardus dan kerupuk 1,6 ton.
"Kemudian, ada jumlah kantong sampah karena kami tidak mau selama proses pembagian bagian takjil dan makan bersama ini banyak sampah-sampah. Maka kami siapkan kantong sampah sebanyak 330 kantong sampah selama 22 hari," ujar Cahyo.
Untuk mengumpulkan semua bahan tersebut, kata Cahyo, pihaknya melakukan pembagian tugas dengan masing-masing fakultas. Sehingga, secara bergiliran fakultas menyiapkan bahan untuk diolah.
"Tidak ada kesulitan karena kami berbagi di masing-masing fakultas, di masing-masing di direktorat kami bagi secara merata. Kemudian kami siapkan sangat baik. Kemudian kami selalu konfirmasi kesediaan dengan teman-teman ada kesulitan tidak, jika tidak maka semuanya bisa running di sini dan kita jaga betul-betul kualitasnya," pungkasnya.
Ke depan, Cahyo menyebut kegiatan tersebut akan kembali diselenggarakan namun akan ada evaluasi mengenai kesiapan menghadapi musim hujan untuk menambah tenda dan sebagainya.
Advertisement