ASDP Perkuat Pengelolaan Operasional pada 15 Lintasan Urat Nadi Konektivitas Daerah
Menghadapi liburan Natal dan tahun baru, ASDP memperkuat pengelolaan operasional pada 15 lintasan penyeberangan yang menjadi urat nadi konektivitas antardaerah. Langkah antisipatif juga telah disiapkan menghadapi dinamika cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Lintasan tersebut mencakup Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Jangkar–Lembar, Kayangan–Pototano, Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian, Telaga Punggur–Tanjung Uban, Ajibata–Ambarita, Nias–Sibolga, Padangbai–Lembar, Kariangau–Penajam, Bajoe–Kolaka, Bira–Pamatata, Bitung–Ternate, Hunimua–Waipirit, serta Bolok–Rote.
Jalur-jalur ini menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama Nataru.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan, kesiapan ini bukan hanya soal armada dan fasilitas. Tetapi juga wujud kehadiran negara dalam menjaga rasa aman masyarakat.
“ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Desember 2025.
Dijelaskannya, secara nasional, ASDP menyiapkan 222 kapal yang terdiri dari 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis. Kapal-kapal tersebut melayani 318 lintasan penyeberangan, termasuk 91 lintasan komersial dan 227 lintasan perintis.
Pergerakan penumpang pada 15 lintasan pantauan nasional diperkirakan mencapai sekitar 547 ribu orang. Angka ini tumbuh 4,3 persen dibandingkan Nataru tahun lalu. Sementara kendaraan diprediksi mencapai 868 ribu unit atau meningkat 8,9 persen. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 23–24 Desember 2025.
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP mengoptimalkan sistem digital Ferizy agar masyarakat bisa mengatur jadwal perjalanan secara lebih tertib. Tiket penyeberangan hanya dapat dibeli melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy serta mitra resmi.
"Pengguna jasa wajib memiliki tiket paling lambat satu hari sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal yang tertera," katanya.
ASDP juga memperkuat dukungan fasilitas melalui customer service 24/7, pengoperasian layanan Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan kelistrikan pelabuhan. ASDP juga terus berkoordinasi dengan KSOP, BPTD, Polri/TNI, INFA, GAPASDAP, dan BMKG untuk memastikan kesiapan kapal, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta respons cepat terhadap perubahan cuaca.
Prakiraan BMKG menunjukkan adanya potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah. Mengantisipasi hal ini, ASDP mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kondisi cuaca, mengikuti arahan petugas, dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.
"Dengan kesiapan menyeluruh ini, ASDP berkomitmen menjaga ritme libur akhir tahun agar tetap lancar, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian nasional," pungkasnya.