ASDP Ketapang Bersiap Hadapi 3 Hari Krusial Arus Balik Menuju Bali
ASDP Ketapang mencatat masih 35 persen pemudik dari Bali yang telah kembali melalui Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. ASDP bersama stakeholder terkait telah menyiapkan skenario layanan untuk 65 persen pemudik yang diperkirakan akan terjadi mulai malam ini.
General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan, sisa 65 persen pemudik yang belum kembali tersebut diperkirakan mulai kembali pada H+5 Lebaran hari ini,
"Jadi kita masih mewaspadai sekitar 65 persen," jelasnya, Jumat, 27 Maret 2026.
Dia menyebut, ada kemungkinan 65 persen pemudik yang belum kembali itu akan melakukan perjalanan ke Bali secara bertahap. Sebab, dalam beberapa hari ke depan masih ada beberapa event tradisi Lebaran yang dilakukan masyarakat seperti tradisi Lebaran Ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh Lebaran.
ββKemudian ada tanggal merah di tanggal tiga yang kejepit, mudah-mudahan tersebar di situ, sehingga yang enam puluh lima persen ini tidak tertumpuk di tiga hari ini," harapnya.
Meski demikian, menurut Arief, ASDP bersama stakeholder terkait sudah melalukan berbagai persiapan jika terjadi lonjakan arus balik. Pihaknya sudah menyiapkan sejumlah buffer zone sebagai delaying sistem.
Buffer zone yang disiapkan ada di Bulusan, Terminal Sritanjung, kawasan Pusri terus kemarin, dan kawasan Pelindo. Dia menyebut, buffer zone Pelindo free charge artinya sopir tidak perlu membayar pas pelabuhan.
Tidak hanya itu, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk kendaraan barang diarahkan untuk masuk ke buffer zone di kawasan Dermaga LCM lebih dahulu. Saat ini yang menjadi prioritas adalah kendaraan roda dua, dan kendaraan pribadi.
Dia menyebut, untuk pembatasan truk, selama arus penyeberangan masih landai, sebenarnya tetap bisa dilayani. Namun, ketika terjadi kepadatan, pengemudi truk harus menunggu atau antre di buffer zone. Jika proses menunggu cukup lama, ASDP akan menyiapkan makanan dan minuman bagi para sopir yang di buffer zone.
Khusus di Dermaga Bulusan, menurutnya ada tiga kapal yang dioperasikan untuk mengangkut armada truk logistik.
"Tapi situasional, mungkin bisa dikurangi, bisa ditambah, situasional," katanya.
Sementara itu, Korsatpel BPTD Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, mengatakan, hari ini ada 31 kapal yang dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Termasuk dua kapal perbantuan.
"Hari ini ada dua kapal perbantuan yang beroperasi yakni KMP Prima Nusantara dan KMP Dharma Ferry IX," terangnya.
Rinciannya, Dermaga MB I sebanyak 5 kapal, MB II sebanyak 5 kapal, MB III sebanyak 5 kapal, MB IV sebanyak 4 kapal, LCM 10 kapal. Untuk di dermaga Bulusan ada dua kapal yang beroperasi dengna skema tiba bongkar berangkat (TBB) yakni KMP Portlink VII dan KMP Liputan XII.
" Kendaraan masih didominasi kendaraan pribadi dan roda dua," ujarnya.
Advertisement