ASDP Imbau Masyarakat Rencanakan Perjalanan Ferry Untuk Hindari Kepadatan
Arus balik mukai terjadi pasca perayaan Natal 2025. Meski demikian, pergerakan masyarakat di penyeberangan utama nasional masih terkendali. Kuota penyeberangan dinilai belum tinggi, sehingga masyarakat masih memiliki ruang untuk merencanakan perjalanan ferry lebih fleksibel.
Berdasarkan data Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Jumat, 17 Desember 2025, pukul 08.00 WIB, pemesanan tiket untuk periode pasca Natal hingga awal Tahun Baru masih berada pada kisaran 4,32 persen. Kondisi ini menunjukkan kuota penyeberangan secara umum masih longgar. Kondisi ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengatur perjalanan dari jauh hari.
“Kami mengimbau pengguna jasa agar tidak menunggu puncak arus balik. Dengan kuota yang masih tersedia, masyarakat dapat memilih waktu perjalanan yang lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan,” jelasnya, Sabtu, 27 Desember 2025.
Menurutnya, operasional penyeberangan dilaksanakan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan. ASDP, kata dia, fokus pada kesiapan layanan bagi pengguna jasa.
Pada puncak pergerakan pasca Natal yakni pada 26 Desember 2025 atau H+1, pemanfaatan kuota tiket di sejumlah pelabuhan bervariasi. Di lintasan Jawa–Sumatera, Pelabuhan Merak mencatat tingkat keterisian sekitar 16,49 persen, Pelabuhan Ciwandan 62,47 persen, dan Pelabuhan Bakauheni 22,52 persen.
Di lintasan Jawa–Bali, Pelabuhan Ketapang mencatat 48,65 persen dan Pelabuhan Gilimanuk mencapai 69,09 persen. Tingginya pemanfaatan kuota di pelabuhan alternatif mencerminkan pola perjalanan yang mulai menyebar dan tidak terpusat di satu titik.
Pada H+1 Natal, data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencatat 123 trip kapal beroperasi selama 24 jam. Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 33.910 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pergerakan kendaraan secara keseluruhan relatif stabil, dengan pertumbuhan paling menonjol terjadi pada kendaraan jenis bus.
ASDP kembali mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari melalui sistem tiket online Ferizy. Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta membeli tiket secara daring, memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan, serta datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, disiplin terhadap jadwal dan kesiapan perjalanan menjadi kunci kelancaran arus balik. Dia mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi, memastikan tiket telah dimiliki sebelum tiba di pelabuhan, serta mengatur waktu perjalanan dengan baik.
"Selain itu, pengguna jasa diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan dan selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” katanya.
ASDP mendorong masyarakat memanfaatkan masih minimnya pemanfaatan kuota tike ini untuk merencanakan perjalanan ferry sejak dini.
"Agar layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan terkendali hingga puncak libur Tahun Baru 2026," ujarnya.