Arahan Anies - Sandi Saat Rapat Perdana: 5 Point Anies, 6 Point Sandi, Ternyata Seperti Ini
Arahan Anies - Sandi Saat Rapat Perdana: 5 Point Anies, 6 Point Sandi, Ternyata Seperti Ini
Arahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Rapat Perdana di Balai Kota bersama jajaran birokrat Pemprov Selasa, (17/10) memberikan arahan ini. Lima point arahan Anies dan enam point arahan Sandi. Seperti ini :
Gubernur Anies Baswedan :
1. Kami bawa mandat dan Bapak Ibu bawa pengalaman. Buktikan di DKI birokratnya berintegritas. Saya akan membuktikan bahwa birokrasi DKI bisa menjadi contoh tata kelola pemerintahan yang baik.
2. Ukur semua kinerja dengan merujuk perencanaan. Perencanaan yang baik yang
dipaparkan bukan apa yang sudah dikerjakan , tetapi apa yang sudah dicapai. Torehkan prestasi itu dengan rencana, bandingkan dengan realisasi.
Kami ingin membuat cutt off yang jelas.
Rencananya dahulu pada 16 oktober 2017 dan bandingkan dengan hasilnya pada 16 oktober 2022. Saya tidak terlalu khawatir untuk 100, 200 hari. Yang penting adalah perbandingan antara realisasi dan perencanaan.
3. Hubungan kita adalah hubungan profesional.
Tipikal kami "collective collegial". Di birokrasi hubungannya hirargikal, hirarki dijaga tapi dalam komunikasi kita bisa bertukar pikiran.
Saya ingin komunikasi kita antar para orang dewasa yang memutuskan dan bekerja sesuai amanat konstitusional.
4. Saya ingin semua mengikuti garis yang diberikan KPK tentang hadiah dan memberi hadiah (gratifikasi). Jangan memberikan hadiah. Jangan bisik-membisik lewat istri kami.
Jika ada tugas PKK dan Dharma Wanita jalankan, tapi di luar itu jangan.
5. Mari kita pastikan bahwa hadirnya Pemprov DKI melayani semua. Artinya yang dipastikan terlayani adalah yang lemah, yang termarjinalkan, penyandang disabilitas, lansia, miskin, tidak memiliki akses. Aksesnya ada di kantor-kantor kita dan pelayanan harus kita berikan yang terbaik
Asian Games memang event besar, tapi pelayanan warga jangan terabaikan. Saat pertemuan, saya ingin yang efektif. Yang
dibawa ke pertemuan adalah permasalahan apa yang harus diselesaikan.
Sampaikan salam saya kepada seluruh jajaran Bapak Ibu dan sampaikan lima poin yang saya sampaikan di atas.
Wakil Gubernur Sandiaga Uno:
1. Kita jangan berpikir sektoral atau chamber. Tapi berpikir holistik. Asian Games jadikan sebagai momentum untuk mengembangkan negara kita. Tidak memastikan bukan hanya perhelatan tapi percepatan-percepatan pembangunan.
Venue yang dibangun begitu mahal, jangan sampai rusak tapi harus dipelihara. Kayunya saja dari Siberia, yang harus dirawat pada suhu tertentu, harus dipikirkan bagaimana perawatannya.
2. Akan dilakukan inspeksi satu minggu sekali perkembangan trotoar sepanjang Jalan Sudirman hingga Semanggi yangg saat ini sedang dibangun, sesuai amanah Pak Jokowi untuk memantau pembangunan tersebut.
Membangun sesuatu kalau nggak ditongkrongin, tidak akan on schedule, on site dan on time.
3. Ada 10 Gelanggang Olahraga (GOR) yang akan direvitalisasi. Stadion BMW akan dipastikan untuk dihadirkan pada masa pemerintahan ini.
4. Saya mantan akuntan, maka kalau laporan keuangan pemprov bukan WTP maka saya akan galau. Jika di swasta tidak qualified laporan keuangannya, maka target laporan keuangan WTP sebagai bukti kita akuntabel. Jangan business as usual tapi straight target. Tidak hanya serapan tapi akuntabilitas keuangan
5. Lapangan pekerjaan tidak bisa hanya tugasnya Naker, tapi tugas bersama melalui OK OCE. Semua aktivitas kita harus multisektoral.
Lapangan pekerjaan harus lebih mudah. Karena ada teknologi digital semua harus berbasis data.
Tugas berat Jakarta Smart City, harus menyediakan data untuk Gubernur dan Wagub untuk mengambil keputusan. Saat ini ada mesin Big Data Analytic, harus merupakan kajian berbasis data di lapangan. Jakarta Smart City akan menjadi basis data penting.
6. Visi kita Jakarta Maju Kotanya, Bahagia Warganya bisa terwujud. Kami yakin sekali akan hal itu.(*)