Animasi Garuda di Dadaku Libatkan 300 Animator Siap Tayang 2026
BASE Entertainment dan KAWI Animation, bersama Robot Playground Media membuat film animasi berjudul Garuda di Dadaku. Rencananya fil tersebut akan tayang pada 2026 mendatang. Film yang melibatkan 300 animator menjadi debut perdana sutradara Ronny Gani di layar lebar animasi. Sebenarnya film ini pembuatannya mulai pada April 2022 atau sekitar empat tahun dan siap tayang tahun depan
“Prosesnya kita sudah di akhir tahun ketiga. Kita start di bulan April 2022. Mulai muncul idenya sekitar awal (tahun) 2020. Sudah 3 tahun,” ungkap Shanty Harmayn sang produser. Dalam proses penggarapannya Shanty bekerja dengan banyak studio animasi serta ratusan animator dari berbagai daerah di Indonesia. “Kita bekerja melibatkan begitu banyak studio animasi di Indonesia. Yang bekerja ada di Bali, ada di Malang, Bogor, Jogja. Di Bandung ada. Jadi, di mana-mana,” tambahnya.
Secara jujur Shanti mengaku bahwa kesuksesan film Jumbo sebagai film animasi Indonesia terlaris menjadi motivasinya. Untuk itu dirinya sangat senang karena sudah ada proyek yang telah membuka jalur bagi animasi-animasi Indonesia ke depan. “Kita waktu film animasi Jumbo dirilis awal tahun, kita paling happy, justru. Karena sudah ada langkah pertama yang istilahnya ‘pecah telor’ bahwa animasi Indonesia diterima dengan sangat baik oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu sutradara seniman efek visual Ronny Gani menyebut ada tantangan bekerja sama dengan animator Indonesia. Menurutnya ada banyak tantangan dalam menggarap film pertamanya ini. “Memang, secara garis besar, betul bahwa industri animasi Indonesia masih kurang. Sangat challenging karena, secara kreator, animasi Indonesia masih sangat bayi, bahkan. Bukan muda lagi,” ujarnya.
Seniman yang pernah terlibat dalam berbagai waralaba film internasional seperti Marvel Cinematic Universe, Transformers hingga Aquaman ini juga menyayangkan minimnya spesialisasi sumber daya manusia dalam dunia animasi Indonesia. Hal inilah yang Ronny dan seluruh tim Garuda di Dadaku harus bekerja dengan modal yang ada di Indonesia. Ia mengaku tidak mungkin mereplika hasil kerjanya di Hollywood untuk film ini.
“Dari praktiknya, malah saya atau tim kami, tidak bisa mereplika cara kerja yang dilakukan untuk Hollywood. Karena memang ekosistemnya sangat berbeda, usia industrinya dan keahliannya juga berbeda,” tambahnya.
Lebih lanjut Rony menjelaskan bahwa gaya artistik yang dipakai untuk film animasi Garuda di Dadaku ini akan menjadi kekuatan sendiri. Bahkan dirinya yakin visual yang terjaji akan tersaji dalam Film garuda Di Dadaku akan menjadi pengalaman unik penonton.
Sinopsis Film Animasi Garuda di Dadaku
Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (13). Ia adalah bocah biasa dengan mimpi luar biasa untuk menjadi pesepak bola tim nasional Indonesia. Namun saya telah gagal dalam sebuah seleksi. Bahkan mimpinya menjadi pemain bola menjadi bahan ledekan orang-orang di sekitar. Hal ini yang membuat keyakinan Putra mulai runtuh.
Akan tetapi semua menjadi berubah ketika ia bertemu Gaga. Gaga adalah sosok Garuda kecil magis yang ternyata adalah utusan dari misi khusus untuk membantu Putra menemukan kembali keberanian dan mewujudkan mimpinya. Keduanya kemudian menjadi teman meski sering berselisih. Tujuan yang sama yang membuktikan kemampuan diri dan menaklukkan keraguan. Film ini tidak hanya tentang sepak bola akan tetapi tentang keberanian, persahabatan, dan tekad seorang anak bersama sahabat dalam meraih mimpi.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement