Anggota Komisi VI DPR RI Inisiasi Distribusi BBM Jember Pakai Kereta Api
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim menggelar pertemuan dengan Pertamina, PT KAI Daop 9 Jember dan Pemkab Jember, di Depo Pertamina Jember, Kelurahan Gebang, Kecamatan/Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa, 05 Agustus 2025.
Pertemuan membahas rencana pemanfaatan angkutan kereta api dalam menyuplai kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember.
Gus Rivqy mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan krisis BBM yang melanda Jember beberapa waktu lalu. Tepatnya, sejak tanggal 26 Juli sampai 29 Juli 2025 . Meskipun saat ini stok aman, namun perlu langkah antisipatif agar persoalan serupa tidak terulang.
Salah satu alternatif yang bisa dilakukan oleh Pertamina dengan cara menggandeng PT KAI dalam proses suplai BBM ke Jember. Gus Rivqy membandingkan dengan Malang yang disuplai BBM menggunakan kereta api.
“Apalagi, di Jember terdapat depo yang berada di Kelurahan Gebang, yang sudah lama tidak difungsikan. Karena itu, kita mengagendakan pertemuan dengan PT KAI dan Pemkab Jember, “katanya.
Setelah berdiskusi akhirnya terjadi kesamaan persepsi. Pertamina bersedia mengupayakan suplai BBM menggunakan kereta api. Sedangkan PT KAI Daop 9 Jember juga menyatakan siap membantu.
Kendati demikian, reaktivasi depo Pertamina yang berada di Gebang tidak bisa serta merta dilakukan. Tetapi harus melalui kajian teknis. Apalagi depo yang ada di Gebang saat ini berdekatan dengan rumah warga.
Dengan pertimbangan itu, akhirnya muncul alternatif lain, yakni dengan membangun depo baru di Kecamatan Rambipuji.
“Tadi disampaikan reaktivasi depo di Gebang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi muncul alternatif membangun depo di Rambipuji, “jelasnya.
Lebih jauh Gus Rivqy menyamoaikan, hasil diskusi bersama Pemkab Jember, PT KAI Daop 9 Jember, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan dibawa ke Jakarta. Gus Rivqy akan menyampaikan langsung kepada PT KAI, Pertamina, dan Menteri BUMN.
“Saat terealisasi, BBM di Jember tidak hanya disuplai menggunakan mobil tangki tetapi juga kereta tangki dari Surabaya,” pungkasnya.
Sementara itu, PJ General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Aleksander Bangun, mengatakan, pihaknya mengaku belajar dari krisis BBM di Jember beberapa waktu lalu. Pertamina menilai cukup berbahaya jika Jember hanya mengandalkan suplai dari Depo Banyuwangi.
Menurutnya, meskipun stok saat ini aman, namun Pertamina memang perlu melakukan langkah antisipasi agar krisis BBM di Jember tidak terulang.
Apalagi buffer stock atau stok cadangan BBM di Jember saat ini hanya mengandalkan 40 SPBU. Stok yang ada tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat saat terjadi punic buying.
Karena itu, Pertamina menyambut baik rencana reaktivasi depo atau pembangunan depo BBM di Jember.
“Kalau hanya mengandalkan stok yang ada di SPBU tidak akan cukup. Karena menang perlu buffer stock yang lain,. Salah satunya mengaktifkan kembali atau membuat depo dengan mengandalkan transportasi kereta api, “tandasnya.
PT KAI Daop 9 Jember Tawarkan Alternatif Bangun Depo di Rambipuji
Sementara itu, Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan pihaknya menawarkan dua alternatif terkait rencana distribusi BBM menggunakan kereta api. Pertama, revitalisasi dan reaktivasi Depo Pertamina yang ada di Gebang. Alternatif kedua dengan membangun depo baru di Kecamatan Rambipuji.
Jika memilih revitalisasi, maka Pertamina membutuhkan biaya yang cukup besar. Sebab, masih perlu membangun perlintasan kereta sepanjang 1,3 KM menuju Stasiun Jember.
Sedangkan jika memilih alternatif membangun depo baru di Kecamatan Rambipuji, biaya yang dikeluarkan Pertamina lebih sedikit.
Sebab, di lokasi tersebut terdapat lahan milik PT KAI Daop 9 Jember dan milik Pupuk Sriwidjaja Palembang. Tinggal nanti saling bekerja sama antar BUMN.
Adapun PT KAI Daop 9 Jember menyatakan siap kapanpun mengangkut BBM. PT KAI Daop 9 Jember. Tinggal menyiapkan aspek perizinan dan keamanan setelah sarana dan prasarana dipenuhi oleh Pertamina.
“Intinya kami siap, karena tinggal derek saja. Tetapi sarana seperti kereta tangki memang harus disiapkan Pertamina,” pungkasnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan stok BBM di Kabupaten Jember saat ini aman. Namun, Gus Fawait sangat mengapresiasi Gus Rivqy yang memberikan perhatian khusus sebagai upaya mencegah kelangkaan BBM di Jember.
“Ini yang memang kami harapkan, ada sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Kebetulan di Jember merupakan dapil Gus Rivqy,” katanya.
Gus Fawait juga menyambut baik rencana pengadaan atau revitalisasi Depo Pertamina di Jember. Keberadaan depo tersebut akan semakin menjamin stok BBM di Jember aman dalam jangka panjang.
“Jangka pendeknya kemarin dengan meminta bantuan suplai dari Surabaya dan Malang. Namun, jangka panjangnya adalah keberadaan depo di Jember, “terangnya.
Advertisement