Angga Dwi Sasong Siap Garap film laga Ratu Malaka
Sutradara Angga Dwimas Sasongko menyiapkan film aksi fantasi terbarunya, Ratu Malaka. Rencananya film ini akan tayang pada 2027. Film ini membawa penonton memasuki dunia Malaka, sebuah ruang fantasi yang memadukan budaya, sejarah, mistisisme, dan konflik kekuasaan.
Menurut Angga penggarapan cerita tersebut dengan pendekatan yang berbeda dari film laga sebelumnya. Ia ingin menghadirkan dunia fantasi yang tetap memiliki akar kuat pada karakter dan pengalaman lokal. Ratu Malaka, lanjut dia, mengangkat sejumlah tema yang dekat dengan kehidupan manusia. Cerita tersebut mengeksplorasi kesetiaan, pengorbanan, resiliensi, dan kebangkitan.
Angga mengaku menulis naskah Ratu Malaka sejak 2016. Cerita itu berpusat pada seorang ratu yang berjuang mempertahankan kekuasaannya. Ratu tersebut memimpin sebuah kerajaan kriminal dengan atmosfer mistis. Ia menghadapi berbagai ancaman yang menguji kekuatan, loyalitas, dan keberaniannya.
Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan tentang keluarga dan kekuasaan. Setiap keputusan membawa konsekuensi bagi orang-orang yang berada di sekitar sang ratu. Cerita juga menempatkan pengorbanan sebagai salah satu unsur penting. Para karakter harus menentukan batas antara kepentingan pribadi dan keselamatan kelompok. Dengan fondasi tersebut, Angga memiliki ruang untuk menghadirkan aksi sekaligus drama. Kombinasi itu menjadi salah satu daya tarik utama film Ratu Malaka.
Ratu Malaka menghadirkan sejumlah nama dari industri film Indonesia. Marcella Zalianty, Claresta Taufan, Dion Wiyoko, Ganindra Bimo, dan Faris Fadjar masuk dalam jajaran pemeran. Marcella Zalianty memerankan Ratu Mariamah sebagai tokoh sentral dalam cerita. Sementara itu, Dion Wiyoko, Ganindra Bimo, dan Faris Fadjar memainkan anak-anak Mariamah. Sedangkan Claresta Taufan memerankan Rafah. Kehadiran karakter-karakter tersebut memperkuat sisi keluarga dalam konflik besar yang berlangsung di Malaka.
Komposisi pemain juga menunjukkan ambisi Angga dalam membangun film berskala besar. Ia membutuhkan aktor yang mampu membawa karakter kuat sekaligus menghadirkan intensitas dalam adegan laga.
Angga perta kali menyebut proyek Ratu Malaka dalam ajang Marche du Film Festival de Cannes 2025. Ia menyampaikan pengumuman tersebut pada 18 Mei 2025 di Cannes, Prancis. Pengumuman itu menandai kembalinya Angga pada proyek penyutradaraan yang memiliki skala besar. Ia juga melihat film tersebut sebagai kesempatan untuk kembali mengeksplorasi naluri kreatifnya. Ratu Malaka akan menjadi film laga kelima yang Angga sutradarai. Sebelumnya, ia menggarap Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 pada 2018.
Angga menyebut Ratu Malaka sebagai karya yang personal sekaligus monumental. Ia kembali ke kursi sutradara setelah transformasi Visinema berjalan sesuai harapan. Sebagai pendiri dan CEO Visinema Pictures, Angga sebelumnya menjalankan berbagai peran dalam industri film. Ia juga terlibat sebagai produser eksekutif dalam produksi film animasi JUMBO.
Penulis: Nurul Huda