Layanan Sehat di SMP Maryam Surabaya: Tekankan Deteksi Dini dan 4 Pilar Pola Hidup
Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus digalakkan di Surabaya. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gubeng bersama PC Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gubeng, Pengembangan Dana Umat Filantropi Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (PDUF MUI Jatim), dan Dompet Dhuafa Jawa Timur menggelar program "Aksi Layanan Sehat". Acara ini digelar di SMP Maryam, Surabaya, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Program pemeriksaan dan pengobatan gratis ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari guru, wali murid, staf Yayasan Maryam, jemaah Masjid Maryam, hingga warga di kawasan Kelurahan Kertajaya.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gubeng, KH Samsuri, berharap bakti sosial ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kondisi kesehatan masyarakat di lingkungan sekolah maupun wilayah sekitarnya.
“Harapannya dengan kegiatan ini, memberikan manfaat dan keluarga besar Sekolah Maryam dan lingkungan sekitar sehat walafiat,” ujarnya
Pada kesempatan yang sama, Ketua PDUF MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari, menekankan krusialnya pemeriksaan medis secara berkala sebagai bentuk deteksi dini penyakit. Dari data pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan pencegahan awal melalui penerapan gaya hidup sehat yang mencakup empat pilar: pola makan, pola tindakan, pola tidur, dan pola pikir.
“Orang itu jika kenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya,” tuturnya secara filosofis mengenai pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental.
Berdasarkan data infografis di lokasi acara, sebanyak 228 pasien telah mendapatkan pengobatan dan konsultasi medis. Dari total tersebut, mayoritas didominasi oleh pasien perempuan sebanyak 149 orang (65,4%), sedangkan pasien laki-laki berjumlah 79 orang (34,6%).
Dari rekam medis yang dicatat tim kesehatan, masalah asam urat tinggi menjadi kasus terbanyak yang diidap warga, yaitu mencapai 49 pasien (21,5%). Penyakit mendominasi berikutnya adalah hipertensi atau darah tinggi sebanyak 41 pasien (18%), kolesterol tinggi 23 pasien (10,1%), serta gula darah tinggi sebanyak 18 pasien (7,9%).
Manajer Dompet Dhuafa Jatim, Ustadz Rizky Aladib, menyampaikan bahwa baksos di Kecamatan Gubeng ini merupakan bagian dari program maraton gratis yang digelar sepanjang bulan Agustus. Selama sepekan terakhir, Dompet Dhuafa Jatim terus bergerak menyisir berbagai titik strategis di wilayah Jawa Timur guna mempermudah akses pengobatan masyarakat.
“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis dan membawa kemaslahatan umat,” pungkasnya.